- Pemerintah memangkas dana transfer dan Dana Keistimewaan DIY tahun 2026 yang berdampak pada penyesuaian anggaran sektor seni.
- Pengurangan frekuensi kegiatan seni di Yogyakarta menyebabkan penurunan pendapatan bagi pekerja seni serta pelaku UMKM kreatif setempat.
- Komunitas seni kini menghadapi tantangan finansial dan keterbatasan panggung, sehingga harus mencari alternatif dana melalui program hibah.
SuaraJogja.id - Efisiensi anggaran yang digulirkan pemerintah mulai 2026 ini mulai dirasakan dampaknya di sektor industri kreatif dan seni di Yogyakarta. Bilamana tidak, penurunan dana transfer ke Daerah Istimewa Yogyakarta sekitar Rp167 miliar dan Dana Keistimewaan (danais) yang juga turun jadi Rp1 Triliun membuat sejumlah program Pemda DIY, termasuk yang berkaitan dengan seni kebudayaan mengalami penyesuaian.
Frekuensi pentas mulai berkurang, kegiatan seni tidak lagi seramai sebelumnya. Parahnya sebagian pekerja seni mulai kehilangan sumber pendapatan.
Eliandra, kurator sekaligus seniman teater disela Yogyakarta Urban Teater Festival di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (6/5/2026) mengaku pengurangan anggaran tersebut berpotensi memengaruhi ekosistem seni yang selama ini hidup dari berbagai kegiatan pertunjukan dan festival.
Dicontohnnya, danais yang selama ini sering digunakan untuk mendukung program kebudayaan juga mengalami penyesuaian. Akibatnya para seniman terpaksa ikut melakukan efisiensi event berskala besar seperti festival atau pameran seni.
"Unit dampak dari efisiensi memang beberapa teman merasakan. Khususnya di kabupaten, efisiensi agak mengurangi kegiatan-kegiatan kesenian dan produktivitas berkesenian," ungkapnya.
Padahal, menurut Eliandra, kegiatan tersebut memiliki efek ekonomi yang cukup luas.
Festival seni selama ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku seni dan pelaku usaha kecil di sektor kreatif.
"Event seperti festival punya multiplier effect bagi ekonomi, termasuk bagi UMKM kreatif di Yogyakarta," jelasnya.
Eliandra mendapatkan banyak cerita dari komunitas dan sanggar seni yang mengaku dampak efisiensi anggaran mulai mereka rasakan. Sejumlah kegiatan kesenian yang sebelumnya difasilitasi pemerintah kini berkurang.
Baca Juga: Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya
Contohnya balai budaya yang sebelumnya cukup rutin menggelar pementasan, saat ini aktivitas tersebut tidak lagi seramai sebelumnya.
"Misalnya di kabupaten ada yang namanya kelurahan budaya, dan itu juga berdampak cukup besar. Sekarang kegiatannya tidak seramai dulu," tandasnya.
Para komunitas seni memang masih tetap berlatih. Namun kesempatan untuk tampil di panggung yang difasilitasi pemerintah semakin terbatas.
"Mereka tetap latihan, tetapi untuk pentas yang difasilitasi pemerintah, misalnya di balai budaya, geliatnya tidak seperti sebelum ada efisiensi," akunya.
Situasi ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi para seniman. Padahal banyak pekerja seni yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kegiatan kesenian.
"Memang ada seniman yang menggantungkan ekonominya dari kesenian, tapi kalau tidak ada acara gimana mereka dapat uang," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal