SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Sleman mulai melakukan kebijakan efisiensi penggunaan masker. Hal ini terutama lantaran jumlah masker yang terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Djoko Hastaryo menjelaskan, saat ini di gudang farmasi Dinkes Sleman terdapat dua jenis masker, yaitu masker biasa dan masker N-95.
Hanya saja, jumlah masker biasa saat ini hanya tinggal sekitar 542.000 lembar, sedangkan masker N-95 sekitar 2.420 masker.
"Di Puskesmas rerata ada 1.000 lembar per Puskesmas. Penggunaan masker diprioritaskan bagi pasien sakit ISPA, mengarah pneumonia, batuk pilek dan sesak napas," kata dia saat ditemui wartawan, Selasa (3/3/2020).
Sebelumnya, masker diletakkan di meja layanan dan setiap pengunjung yang membutuhkan masker bisa mengambilnya. Namun saat ini, pihaknya meminta Puskesmas agar hanya memberikan masker kepada pasien yang sudah diperiksa dan sakit.
Sebelumnya, Dinkes Sleman menyediakan masker juga salah satunya untuk persiapan menghadapi erupsi Merapi dengan jumlah yaitu 30% dari jumlah penduduk.
"Tapi sekarang jumlahnya kurang, kami sudah beberapa kali meminta kepada distributor agar mengirimkan, tapi masih belum dikirim. Maka distribusi yang kami lakukan harus tepat," kata dia.
Dinkes Sleman tidak menyarankan penggunaan masker bagi warga dalam kondisi tubuh sehat. Apabila warga tidak mendapat masker, mereka bisa menggunakan tutup hidup dan mulut yang ada di sekitar warga, asalkan dalam kondisi bersih.
"Mulai awal Januari kami minta fasilitas kesehatan agar tidak sepelekan pasien ISPA. Kalau ada pasien dinyatakan ISPA, agar dilakukan wawancara mendalam. Misalnya apakah ia ada riwayat kontak, umrah atau perjalanan luar negeri," ujarnya.
Baca Juga: Siaga Virus Corona, Sleman Siapkan Ruang Isolasi Khusus Di Tiap RS
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Jadi Barang Langka, Satu Buah Masker di Stasiun Bogor Dijual Rp 10 Ribu
-
Panic Buying! Ini Barang Paling Dicari Setelah Indonesia Positif Corona
-
Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu
-
Stok Masker di Jogja Menipis, Dinkes DIY Beri Pesan Ini
-
2 Warga Terjangkit Corona, 1 Masker di Stasiun Depok Dijual Rp 5 Ribu
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC