SuaraJogja.id - Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diserbu hujan abu yang cukup "lebat", Selasa (3/3/2020) pagi, pascaerupsi Gunung Merapi. Situasi tersebut dibagikan akun @Donyfir_ di Twitter melalui sebuah video.
Dalam rekamannya, ia memperlihatkan jalanan di Kartasura yang tertutup abu vulkanik. Bahkan jarak pandang tampak terbatas karena "guyuran" hujan abu tersebut.
Mobil yang melaju dengan kecepatan sedang pun makin memperlihatkan abu di jalan raya beterbangan terhempas ban. Tak banyak kendaraan yang melintas pada videonya. Hanya ada tiga pengendara sepeda motor yang tertangkap kamera dan beberapa mobil.
"Jalan Solo-Jogja hujan abu lumayan deres, tiati jangan lupa pake masker #merapi," cuit @Donyfir_ pada Selasa pukul 9.22 WIB.
Sejumlah warganet kemudian menanyakan tepatnya lokasi pengambilan video itu. Menurut jawaban @Donyfir_, ia merekamnya di selatan Kopassus Kartasura, yang diketahui beralamat di Jalan Raya Solo - Yogyakarta, Dusun III, Desa Pucangan, Kartasura.
Menurut keterangan @Jateng_Twit, beberapa wilayah yang terdampak hujan abu erupsi Merapi antara lain Kecamatan Musuk, Tamansari, dan Cepogo, Kabupaten Boyolali; Kecamatan Tulung, Jatinom, Delanggu, Wonosari, Ngawen, dan Polanharjo, Kabupaten Klaten; serta Kecamatan Kartasura, Gatak, Baki, Grogol, dan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Sementara itu, di Kota Surakarta atau Solo hujan abu terjadi di hampir sebagian wilayahnya dengan durasi 30 menit.
Diberitakan sebelumnya, Salah satu warga Perum Parama Santosa, Pucangan, Kecamatan Kartasura, Eka Hari Wibawa (Bowo), mengaku merasakan adanya hujan abu. Abu vulkanik terlihat tipis turun dari langit-langit sekitar pukul 07.30 WIB.
"Abunya terlihat tipis. Tadi pagi sudah memenuhi kaca mobil. Kebetulan [mobil] ada di luar," kata Bowo pada solopos.com -- jaringan SuaraJogja.id.
Sementara itu, dilansir ANTARA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyebutkan, erupsi Merapi Selasa pagi ini tidak menimbulkan hujan abu di wilayah Sleman.
Baca Juga: Begini Suasana Rumah Pasien Positif Virus Corona di Depok
Kendati demikian, BPBD Sleman sudah melakukan droping 1.000 pcs masker untuk kesiapsiagaan warga Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen, Di Desa Glagaharjo, Cangkringan.
"Saat ini warga masyarakat di lereng Gunung Merapi Sleman tetap beraktivitas normal seperti biasanya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, menambahkan bahwa situasi saat ini aman, kondusif, dan terkendali.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mencatat, erupsi tersebut memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 45 detik.
Kolom asap letusan gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km.
Sukarelawan Jaringan Informasi Lingkar Merapi (Jalin Merapi), Mujianto, menerangkan, erupsi yang terjadi pada Selasa pagi itu statusnya cukup besar dibandingkan sebelumnya.
"Kalau melihat beberapa erupsi terakhir pasca-2018, yang menaikkan status ke waspada itu, ini juga lumayan ada kenaikan, tapi status saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018," kata dia.
Berita Terkait
-
Perlu Masker Pascaerupsi Merapi, Jogja Alami Kelangkaan karena Corona
-
Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup
-
Viral Pria Bagi-bagi Masker, Warganet: di Tengah Penimbun Ada yang Begini
-
Wisata Jip Masih Jalan Terus Meski Merapi Baru Saja Erupsi
-
Merapi Erupsi, Penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Solo Ditutup Sementara
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha