Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
"Kebanyakan yang minta surat keterangan adalah mahasiswa. Ada juga siswa TK yang tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, karena dicurigai membawa virus sepulang anak itu dari Jepang," ungkapnya.
Ika menambahkan, pemeriksaan dilakukan oleh tim menyesuaikan usia pasien. Bagi anak-anak, pemeriksaan dilakukan oleh dokter anak spesialis.
"Ada mahasiswa yang baru habis field trip dari Malaysia ke Singapura. Kami lalu memeriksa sekitar 15 orang. Kemudian menerima asessment di ruang isolasi," ujarnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
12 Warga Indonesia Pembawa WN Singapura Positif Corona Dikarantina di Kapal
-
Besok, Semua Pegawai KPK dan Terperiksa Akan Diperiksa Suhu Tubuhnya
-
Hati-hati, Orang Sehat Pakai Masker Justru Gampang Kena Corona Covid-19!
-
Polisi Bekuk Penimbun Masker di Apartemen Kawasan Grogol, 350 Kardus Disita
-
Tak Mau Warga Resah, Amigos Resto Kemang Batal Tutup Sementara
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC