SuaraJogja.id - Tembok talud Kali Belik Manunggal di Klitren jebol saat hujan deras mengguyur Kota Yogyakarta sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (11/03/2020). Akibatnya, rumah warga sekitar 161 KK di tiga RT di RW 1, Klitren terendam air hingga lebih dari 1 meter.
Air yang masuk bersama lumpur pun merusak sejumlah rumah di RT 2, RT 3 dan 4. Dua mobil yang terparkir terendam air, sedangkan dua sepeda motor hanyut karena derasnya aliran air.
Salah seorang pemilik rumah, Ami (50) pemilik rumah nomor 54 di RT 2 mengungkapkan air masuk ke rumahnya hingga seukuran betisnya. Kursi, barang-barang elektronik hingga tempat tidur terendam air. Hingga pukul 17.00 WIB, air belum bisa surut dan masih merendam rumahnya.
"Tiba-tiba air masuk ke rumah setelah talud jebol. Kami tidak sempat memindahkan barang-barang karena harus menyelamatkan diri," ujarnya.
Ami mengaku kawasan RW 1 tersebut memang selama ini sering mengalami banjir karena berada di cekungan. Namun selama 20 tahun terakhir, genangan air tidak sampai 30 cm.
Kerusakan lebih parah dialami rumah milik ibu Ami, Sunarno (77). Barang-barang di rumah yang sebagian digunakan untuk laundry tersebut rusak karena aliran air yang deras. Dua mesin cucinya hampir saja hanyut.
"Pintu kaca di laundry hancur karena mesin cucinya terseret keluar," jelasnya.
Ami berpendapat, jebolnya talud karena tidak dibangun dengan kokoh. Sehingga gampang tergerus air di sungai tersebut saat hujan deras turun.
Arif (38), salah seorang saksi mata mengungkapkan, jebolnya talud karena temboknya sudah rapuh dan tak mampu menyangga debit air yang terlalu besar. Diperkirakan talud jebol saat hujan turun sangat deras sekitar pukul 14.30.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca DI Yogyakarta Hari Ini Rabu 11 Maret 2020
"Sebenarnya sudah ada perbaikan di sisi barat, namun di sisi timu talud belum sehingga talud jebol dan air sungai meluap," imbuhnya.
Sementara itu, TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja langsung turun menangani banjir yang merendam rumah 161 KK di RW 1, Klitren, Kota Jogja. Tim ikut mengeluarkan air dan lumpur akibat banjir yang disebabkan hujan deras dan membuat talud jebol di RT 02 tersebut.
"Kami sediakan tiga pompa air untuk menyedot air yang merendam rumah-rumah," jelas TRC BPBD Kota Jogja, Ardani Dwi Santosa disela penyedotan air hujan.
Selain itu, tim bersama warga menutup tembok talud yang jebol. Sekitar 300 karung goni berisi pasir dan bebatuan digunakan agar aliran air Kali Belik Manunggal di kawasan tersebut tidak kembali merendam air.
Sebab saat talud jebol, air dari kali tersebut merendam 44 KK di RT2, 17 KK di RT 3 dan 70 KK di RT 4 hingga setinggi satu meter lebih. Mobil dan motor terendam air, dan warga sekitar harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
"Penanganan ini sementara agar genangan air bisa ditangani," jelasnya.
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais