SuaraJogja.id - Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Gunungkidul sejak pukul 14.00 WIB. Akibatnya, sejumlah titik mulai tergenang hingga mengalami longsoran sehingga sempat menutup akses jalan
Kepala Pelaksana Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengungkapkan akibat hujan deras tersebut jalan Pengkol-Jatiayu sempat terputus tepatnya di padukuhan Jatiayu Desa Jatiayu Kecamatan Karangmojo. Hujan yang berlangsung cukup deras dan agak lama tersebut mengakibatkan sungai meluap.
"Sungai meluap menutup jalan dan jembatan, sehingga tidak bisa dilalui,"tutur Edi, Rabu (11/3/2020) ketika dikonfirmasi.
Kendati demikian, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Karena tidak berselang lama hanya sekitar 2 jam air sungai tersebut perlahan-lahan surut. Sehingga mulai pukul 17.00 WIB, jalan Pengkol- Jatiayu kembali bisa dilalui kendaraan baik roda dua atau pun roda empat meskipun harus perlahan-lahan karena adanya ceceran lumpur di jalan tersebut.
Sementara di Padukuhan Pilang Rejo RT 01 RW 01 Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar, hujan deras yang terjadi Rabu sore mengakibatkan talut sepanjang 10 meter dengan tinggi 5 meter ombrol. Tanah beserta material longsoran tersebut menutup bagian jalan dusun.
"Beruntung tidak ada korban yang luka atau jiwa dalam kejadian tersebut,"tambahnya.
Edi menambahkan seusai kejadian warga bersama dengan tim relawan langsung berupaya melakukan evakuasi material longsoran talut yang berada di rumah milik Asripin. Akibat peristiwa tersebut BPBD Gunungkidul memperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 10 juta.
Pohon tumbang juga terjadi di Padukuhan Gading VIII Kecamatan Playen. Pohon yang tumbang tersebut menimpa jaringan listrik sehingga area sekitarnya mengalami pemadaman. Tak hanya itu, juga terjadi konsleting listrik di dekat Balai Desa Kelor kecamatan karangmojo.
"Akibatnya Travonya sempat meledak,"ungkapnya.
Baca Juga: Program Merdeka Belajar, Disdikpora Gunungkidul Kembangkan Inovasi IT
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu