- BNNP DIY menangkap mahasiswa berinisial MIJS di Bantul atas tuduhan memproduksi dan mengedarkan tembakau gorila selama dua tahun.
- Tersangka meracik tembakau sintetis sendiri di rumah dan menjual produk tersebut melalui media sosial serta berbagai situs web.
- Petugas menyita barang bukti narkotika sintetis beserta peralatan produksi setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi.
SuaraJogja.id - Seorang mahasiswa berinisial MIJS (23) di Yogyakarta ditangkap petugas BNNP DIY setelah diduga meracik tembakau gorila dari rumahnya sendiri selama kurang lebih dua tahun.
Modus yang digunakan terbilang tak biasa. Tersangka membeli tembakau biasa di pasar, lalu mencampurnya dengan cairan mengandung zat narkotika untuk diolah menjadi tembakau sintetis atau yang dikenal di kalangan pengguna sebagai tembakau gorila.
Kasus tersebut terungkap setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran dan pembuatan narkotika jenis sintetis di wilayah Bantul.
Kepala BNNP DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain, mengatakan tim kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya memastikan aktivitas tersebut benar terjadi.
“Informasi dari masyarakat ada peredaran maupun pembuatan narkotika jenis sinte. Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim kami, kami mendapatkan tersangka memang sudah melakukan peredaran dengan penjualan barang-barang narkotika tersebut,” ujar Faried di Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui tidak membeli tembakau sintetis siap edar. Ia justru meraciknya sendiri di rumah dengan bahan dasar tembakau pasar yang dicampur cairan kimia tertentu dari luar kota.
Tembakau gorila tersebut kemudian dikemas dalam plastik kecil dan dijual melalui website maupun media sosial miliknya.
“Tembakau ini dampaknya seperti ganja lintingan ke pengguna,” jelas Faried.
Petugas mengungkap, tersangka sudah menjalankan praktik tersebut selama sekitar dua tahun. Dalam sekali peredaran, ia disebut bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp500 ribu.
Baca Juga: Drama Narkotika Lintas Provinsi di Sleman: Dari Bus Malam, Reuni Lapas, hingga Pil 'Y' Ribuan Butir
BNNP DIY bahkan menemukan dokumentasi video yang memperlihatkan aktivitas tersangka saat meracik dan membungkus paket tembakau sintetis di rumahnya.
“Jadi di video itu tersangka seperti home industri meracik tembakau gorila,” ungkapnya.
Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam paket hemat narkotika sintetis dengan berat sekitar 3,90 gram dan dua paket lain berisi tembakau sintetis seberat 22,32 gram.
Selain itu, turut disita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi, timbangan digital, alat perekat paket, hingga kotak penyimpanan.
Selain menangkap tersangka, BNNP DIY juga memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus lain. Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya sekitar 3.000 butir pil sapi, ganja seberat 575 gram, serta sabu dengan berat 4,46 gram.
Petugas juga menemukan modus penyamaran narkotika menggunakan speaker untuk mendukung transaksi jual beli online.
Berita Terkait
-
Drama Narkotika Lintas Provinsi di Sleman: Dari Bus Malam, Reuni Lapas, hingga Pil 'Y' Ribuan Butir
-
BNNP DIY Tes Urine Supir Bus Saat Nataru, Satu Orang Positif Benzodiazephine
-
BNNP DIY Ungkap 15 Kasus Narkoba di Jogja, Amankan 1,76 Kg Sabu dan 0,99 Kg Ganja
-
BNNP DIY Ungkap Kasus Peredaran Sabu, 60 Paket Seberat 80,9 Gram Barang Bukti Diamankan
-
4 Kuliner Favorit Mahasiswa Jogja yang Pas di Kantong
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Prabowo Dampingi PM India Narendra Modi Beribadah di Prambanan, 2.690 Personel Gabungan Siaga Penuh
-
Rekonstruksi Pembunuhan di Depan SMA 3 Jogja Digelar, Empat Orang Masih DPO
-
Perpres Cap LGBTQ Ancaman Nonmiliter, Dinsos DIY Belum Lakukan Penindakan, Fokus Perkuat Keluarga
-
Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi Baru UU Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Soroti Poin Ini
-
Sigit Mustofa Nahkodai Warkaban 2026-2029, Perkuat Solidaritas Diaspora Bantul di Seluruh Indonesia