- Sleman masih kekurangan 5.381 ekor sapi kurban jelang Idul Adha 2026.
- Pemda Sleman mendatangkan pasokan hewan kurban dari luar daerah.
- PMK dan antraks masih menjadi perhatian dalam pengawasan hewan kurban di Sleman.
SuaraJogja.id - Kebutuhan hewan kurban di Sleman jelang Idul Adha 2026 ternyata masih belum sepenuhnya tercukupi. Data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman menunjukkan stok sapi dan domba di wilayah tersebut masih minus ribuan ekor.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus mendatangkan pasokan ternak dari luar daerah agar kebutuhan kurban masyarakat tetap terpenuhi.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andrianto, mengakui kebutuhan hewan kurban di Sleman setiap tahun memang cukup tinggi.
“Pada setiap tahun, Kabupaten Sleman mengalami kekurangan dalam mencukupi kebutuhan ternak kurban,” kata Rofiq kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan data yang ada, estimasi kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 9.235 ekor sapi, 3.050 kambing, dan 15.750 domba.
Namun stok yang tersedia saat ini baru sekitar 3.854 sapi, 4.002 kambing, dan 7.811 domba.
Artinya, Sleman masih kekurangan sekitar 5.381 sapi dan 7.939 domba. Sementara stok kambing justru surplus sekitar 952 ekor.
Pasokan Sapi dari Luar Daerah Mulai Diburu
Untuk menutup kekurangan tersebut, pasokan hewan kurban didatangkan melalui kelompok ternak, pasar kurban, pelaku usaha ternak, hingga pembelian langsung dari luar daerah.
Baca Juga: RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
Menurut Rofiq, banyak pedagang sengaja menunda masuknya hewan kurban ke Sleman hingga mendekati Idul Adha demi mengurangi risiko kerugian akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Memang ada trennya itu untuk mengurangi beban pemeliharaan, untuk mengurangi kerugian yang PMK itu, pedagang kan dirugikan,” ujarnya.
Meski stok saat ini masih kurang, pemerintah daerah optimistis kebutuhan hewan kurban tetap akan terpenuhi menjelang hari penyembelihan.
“Maka saya yakin nanti di H-3 atau bahkan H-1 itu banyak yang masuk, untuk mengurangi risiko PMK, biasanya seperti itu,” imbuhnya.
Di tengah tingginya kebutuhan hewan kurban, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran PMK yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Pemantauan dilakukan secara rutin di pasar hewan maupun kandang kelompok ternak yang tersebar di Sleman.
Berita Terkait
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat