(Suarajogja.id / Putu Ayu Palupi)
"Tenaga medis ini akan memberikan penanganan awal, dan bila memang ada indikasi, maka langsung akan dibawa ke rumah sakit terdekat," katanya.
Hebohnya penyebaran Covid-19 ini, lanjut dia, memang mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata candi.
"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan cukup signifikan, dari Februari hingga Maret ini penurunan antara 30 hingga 40 persen dibandingkan periode sama tahun lalu," terang Emilia.
Berita Terkait
-
NBA Resmi Hentikan Kompetisi Usai Satu Pebasket Positif Virus Corona
-
Traveling di Tengah Wabah Corona Covid-19, Hindari Datang Ke Tempat Ini
-
Nenek 103 Tahun Sembuh dari Corona Covid-19 Usai 6 Hari Perawatan
-
Disebut Rawan Penularan Corona, Penumpang KRL: Insecure tapi Tetap Naik
-
AS Tangguhkan Seluruh Penerbangan dari Eropa Selama 30 Hari karena Corona
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik