SuaraJogja.id - Kabar tentang kaburnya pasien yang dinyatakan positif COVID-19 kembali mengejutkan warganet di media sosial dan aplikasi komunikasi daring WhatsApp. Seorang pengguna akun Twitter pun menanyakan kebenaran dari kabar tersebut.
Dari pesan yang sudah tersebar itu disebutkan bahwa polisi mengabarkan, ada pasien yang positif terjangkit virus corona SARS-CoV-2 kabur dari rumah sakit. Di pesan tersebut ditulis pula identitas dan alamat pasien.
""Mhn ijin informasi dari polsek baru saja bahwa pasien positif dari RS panembahan senopati melarikan diri dari RS mhn berhati hati kalau kontak dg orang tsb. Psien brnama Martadi alamat manggung RT 07 wukirsari imogiri mhn lebih waspada." Leres mboten [betul tidak]? @humas_jogja," kicau @adika_elnino, Minggu (29/3/2020).
Tak hanya ke akun resmi Pemda DIY, @adika_elnino juga me-mention akun resmi @PusdalopsBantul dan akun @kominfobantul pada cuitan berikutnya, sembari kembali menanyakan, "Leres mboten nggih menika [betul enggak ya itu]?"
Tak banyak warganet yang memberikan respons. Hanya saja, ada satu petunjuk dari warganet soal kebenaran di balik informasi tersebut. Dalam twit balasannya pada @adika_elnino, pengguna akun @ismail_fhm memberikan tangkapan layar unggahan storu akun Instagram @rsudps milik RSUD Panembahan Senoati Bantul.
Story tersebut berisi tanggapan pihak rumah sakit terkait kabar kaburnya pasien positif COVID-19 itu. Melalui story yang diunggah di wkatu yang tak jauh berbeda dari cuitan @adika_elnino itu, @rsudps menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks alias tidak benar.
"Jika ada pesan berantai melalui WhatsApp berbunyi "Mhn ijin informasi dari polsek baru saja bahwa pasien positif dari RS panembahan senopati melarikan diri dari RS mhn berhati hati kalau kontak dg orang tsb. Psien brnama Martadi alamat manggung RT 07 wukirsari imogiri mhn lebih waspada," itu adalah HOAX," tulis @rsudps.
Berita Terkait
-
Polisi Bekuk Pelaku Penyebar Video Hoaks Jalan Cipinang Melayu Lockdown
-
Jubir Covid-19 Sebut Ada Pasien Positif Belum Lakukan Isolasi Mandiri
-
Minggu Sore, Total Pasien Positif Covid-19 1.285, Meninggal 114, Sembuh 64
-
PT Jasa Marga Pastikan Ruas Jalan Tol di Area Jabodetabek Masih Beroperasi
-
Update Wabah Corona di Jakarta Minggu Siang: 647 Positif, 46 Orang Sembuh
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Tanah Rp2 Miliar Dilelang Cuma Rp420 Juta, Warga Kulon Progo Gugat BUMN Lembaga Pinjaman
-
Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih
-
17 Persen Penerima PKH di DIY Terindikasi Judol, Dinsos Tangguhkan Bansos
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma