Menurut info dari kasepuhan, kegiatan ini terakhir dilakukan pada jaman penjajahan Jepang. Namun, kegiatan serupa juga sering dilaksanakan di wilayah-wilayah pesantren, seperti Wonokromo dan Mlangi.
Hingga saat ini Kamal menyampaikan aktivitas masih berjalan, dengan tetap waspada pada kesehatan jamaah.
"Bagi kami wabah ini harus dihadapi dengan lahir dan batin. Bukan hanya dengan lahir saja, lockdown misalnya," kata Kamal.
Ia menyebutkan, bahwa persiapan secara batin juga diperlukan. Salah satunya dengan tetap datang ke masjid dan berdzikir bersama.
Menurutnya, jika persiapan lahir dilakukan tanpa persiapan batin justru akan berbahaya dan dapat menyerang mental masyarakat. Hal ini juga untuk menjaga spritualitas jamaah yang sudah terbiasa melakukan dzikir bersama.
Berita Terkait
-
Renan Silva Doakan Wander Luiz Segera Pulih dari Virus Corona
-
Pakai Kostum Hantu, Pria di Malaysia Menakuti Warga Agar Isolasi Diri
-
Mulai Besok, Pulau Mentawai Mengisolasi Diri untuk Cegah Wabah Corona
-
Lionel Messi: Saya Ikhlas Gaji Dipangkas, Bahkan Hingga 70 Persen!
-
Pasien Corona yang Kabur dari RS Lari ke Kawasan Dukuh Jakpus
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!