'Selamat pagi... ada keluhan apa Prof...' Nadanya sangat riang, menyemangati.
Air panas untuk mandi yang mereka sediakan, sungguh menghangatkan hati saya. Begitu pula petugas cleaning service yang membuat kamar mandi saya wangi setiap hari dan lantai kamar saya licin, dibersihkan 2x sehari. Tanpa mereka, saya tidak akan dapat bertahan sesabar ini di M5.
Di balik itu saya sering merenung, betapa besar pengorbanan mereka untuk orang-orang seperti saya. Mereka mempertaruhkan nyawanya (dan juga keluarganya yang berinteraksi dengan mereka), demi orang-orang yang tidak mereka kenal, yang tidak pernah berbuat apa pun untuk hidup mereka.
Mereka pasti orang-orang yang diberi kelebihan dan kekuatan oleh Allah SWT. Subhanallah... Ya Allah, jauhkanlah mereka dari mara bahaya yang setiap hari mengintai. Berilah mereka kekuatan iman, kesehatan, keikhlasan, ketenangan agar mereka tidak merasa takut, tidak merasa sedih atau khawatir, agar mereka senantiasa sehat, bersemangat untuk melakukan pengabdiannya. Lindungi pula keluarga mereka Ya Allah.
Baca Juga: Cie, Mikha Tambayong dan Deva Mahenra Go Public?
Kerinduan yang lain adalah suara gaib berupa azan yang terus-menerus berkumandang di setiap malam. Azan itulah yang menenangkan saya, menemani saya melewati malam hingga pagi. Jam berapa pun saya terbangun, selalu ada suara azan itu. Pasti Allah mengirimkannya untuk menguatkan saya. Saya merindukannya.
Begitu pula dokter jaga dan residen penyakit dalam, THT, dr Agus Surono, dr Lusi ,yang pernah mampir/berkomunikasi ke ruangan saya. Sekalipun singkat interaksinya, tapi sangat bernilai untuk saya, yang 'sendiri' menjalani masa isolasi ini.
Khusus Dr Agnes, terimakasih sudah berkenalan di Instagram dan kemudian bertemu beberapa jam sebelum saya pulang. Maafkan perilaku dan perkataan saya yang tidak berkenan selama menjadi pasien. Ada masa-masa berat dan masa-masa yang lebih stabil selama saya di sana. Semoga semuanya tetap sehat, ikhlas, bersemangat menjalani hari-hari di Sardjito sampai dengan lulus pendidikan spesialis (bagi residen).
Yakinlah bahwa kita semua ini sedang diberikan kelebihan dengan menjalani proses seperti ini di masa-masa yang tidak mudah ini. Di balik musibah, selalu ada banyak rencana baik yang akan Tuhan berikan. Insyaallah. Amin.
Untuk dr Ika, dokter spesialis paru, dokter yang merawat saya, yang baik hati, cantik, dan ceria. Saya sering rindu dengan Dr Ika setelah kembali ke rumah. Saya tidak akan pernah lupa kiriman telur rebus, telur ceplok, dan popcorn-nya. Itu telur ceplok paling enak sedunia hahaha. Popcorn sengaja saya simpan supaya bisa dinikmati berdua dengan Putri, anak saya. Sekarang sudah ludes Bu... [emoji tertawa]
Baca Juga: 4 Tips Pilih Masker Naik Motor, Agar Tidak Timbulkan Dampak Buruk
Kastengelsnya dr Ida crispy banget, terus saya pakai untuk melatih disiplin diri sendiri. Setiap hari hanya boleh makan dua [emoji mengedipkan sebelah mata].
Berita Terkait
-
Maknai Semangat RA Kartini melalui Pemberdayaan Perempuan
-
Rayakan Hari Kartini, Srikandi BKI Dapatkan Apresiasi
-
Adu Gaya Kahiyang Ayu dan Selvi Ananda di Hari Kartini, Siapa Lebih Menawan?
-
Mau Coba Outfit ala Kartini Modern? Yuk, Belanja Baju dengan Promo Spesial BRI!
-
Sisca Kohl Tulis Pesan Menyentuh di Hari Kartini, Background Pendidikan Dipertanyakan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi