- Pasangan suami istri asal Lampung ditangkap di Wonosobo setelah menipu lansia di Moyudan, Sleman pada Jumat (30/1/2026).
- Pelaku menggunakan modus berpura-pura menjadi petugas bansos dan mengelabui korban dengan alat pijat elektrik untuk mencuri perhiasan.
- Aksi penipuan ini telah dilakukan pelaku berpindah-pindah lokasi, kini mereka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.
SuaraJogja.id - Pasangan suami istri (pasutri) asal Lampung ditangkap polisi usai menipu lansia di Moyudan, Sleman. Pasutri itu beraksi dengan modus berpura-pura menjadi petugas pemberi bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Kasihumas Polresta Sleman, AKP Salamun menuturkan dua pelaku itu yakni R (64) dan istrinya K (49). Dalam aksinya pelaku berhasil menggondol perhiasan emas dari korban.
Peristiwa itu bermula saat korban sedang menyapu jalan di depan rumahnya pada Jumat (30/1/2026) lalu. Lalu datang kedua pelaku dan menanyakan status bantuan sosial korban.
"Korban jawab belum dapat (bansos). Pelaku K kemudian menawarkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman dengan syarat korban menyerahkan fotokopi KTP dan KK sebanyak 5 lembar. Korban menyetujui tawaran tersebut," kata Salamun, Jumat (6/3/2026).
Korban yang percaya kemudian diajak duduk di teras untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menggunakan sebuah benda bulat berbahan karet.
"Saat alat tersebut terasa berdenyut, pelaku menyuruh korban melepaskan tiga buah cincin yang dipakainya agar alat tidak berdenyut," ucapnya
Korban yang merasa patuh akhirnya melepaskan cincin emas seberat 5 gram miliknya dan meletakkannya di atas meja. Tak berhenti di situ, pelaku meminta korban masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian dengan alasan sesi dokumentasi foto.
Saat korban lengah dan berada di dalam kamar, pasangan suami istri tersebut langsung tancap gas membawa kabur perhiasan senilai Rp15 juta tersebut.
Kanitreskrim Polsek Moyudan, Aiptu Totok Subiyantoro, mengungkapkan bahwa alat yang digunakan pelaku sebenarnya hanyalah alat pijat elektrik biasa.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran, Sleman Perpanjang Siaga Darurat hingga 31 Mei 2026
Denyut yang dirasakan korban merupakan manipulasi pelaku untuk meyakinkan bahwa perhiasan emas yang dikenakan korban mengganggu proses pemeriksaan kesehatan fiktif tersebut.
"Sebenarnya alat pijat elektrik saja ini. Jadi modusnya mengelabui korban dengan alat ini yang digunakan," ucap Totok.
Berdasarkan hasil pendalaman polisi, pelaku R merupakan otak di balik aksi kriminal ini. Ia mengajak istrinya, K, untuk ikut serta dalam skenario penipuan tersebut dengan menyasar korban secara acak.
Pasangan ini diketahui berpindah-pindah tempat dalam melangsungkan aksinya. Mulai dari Wonosobo, Sleman, hingga ke wilayah Kebumen.
"Iya modusnya sama. Jadi mencari korban-korban atau orang yang sudah lansia tapi menggunakan perhiasan," tegasnya.
Polisi berhasil meringkus keduanya di Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026). Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti mulai dari unit ponsel, pakaian, helm, hingga alat terapi digital yang digunakan untuk menipu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja