- Sejumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman batal berangkat pada Rabu (22/4/2026) akibat kendala faktor kesehatan dan kehamilan.
- Regulasi keselamatan penerbangan internasional melarang jemaah dengan kehamilan trimester awal melakukan perjalanan udara jarak jauh ke Tanah Suci.
- Kemenhaj Sleman segera menggantikan posisi jemaah yang batal dengan calon jemaah cadangan yang telah memenuhi syarat administratif.
SuaraJogja.id - Sejumlah calon jemaah haji di Kabupaten Sleman terpaksa batal berangkat pada musim haji 2026. Faktor kesehatan menjadi pertimbangan para calon jemaah tidak bisa terbang ke Tanah Suci.
"Rata-rata kondisi kesehatan, ada sepuh, ada yang hamil juga," kata Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sleman, Siti Bahronah, kepada awak media, Rabu (22/4/2026).
Disampaikan Siti, pembatalan keberangkatan akibat kehamilan ini berkaitan erat dengan regulasi keselamatan penerbangan internasional.
Ia menjelaskan bahwa usia kehamilan tertentu, terutama pada fase awal, memiliki risiko tinggi jika dipaksakan untuk melakukan perjalanan udara jarak jauh menuju tanah suci.
"Justru trimester awal kan untuk penerbangan tidak boleh ya, tidak layak terbang kalau trimester awal itu," ucapnya.
Selain faktor kehamilan, kendala kesehatan lainnya turut menjadi penyebab beberapa jemaah batal berangkat dalam kloter ini. Tercatat ada dua jemaah dalam satu kloter yang dipastikan urung berangkat akibat kondisi fisik yang tidak memungkinkan.
"Kalau kloter ini ada dua yang sakit, yang satu memang betul-betul tidak bisa berangkat dan digantikan, yang batal berangkat untuk yang sudah lunas saja ya, yang sudah lunas kira-kira ada lima mungkin," ujarnya.
Meski ada jemaah yang batal berangkat, posisi mereka tidak dibiarkan kosong. Pihaknya bergerak cepat dengan menaikkan jemaah cadangan yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan pelunasan agar kuota tetap terpenuhi secara maksimal.
"Iya ada nanti cadangan masuk. Cadangan yang kemarin sudah melunasi, administrasi juga oke nanti akan kita naikkan," ujarnya.
Baca Juga: Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
Total ada sebanyak 354 calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman telah diberangkatkan dari Masjid dr. Wahidin Soedirohoesodo, pada Rabu (22/4/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sleman, Suryana menyampaikan calon jamaah haji Kabupaten Sleman pada tahun ini sebanyak 1.516 orang.
Terdiri dari 1.407 calon jamaah asal Sleman, 98 calon jamaah mutasi, 8 calon jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, dan 5 calon jamaah dari luar Kabupaten Sleman.
"Seluruh calon jamaah dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis dan menerima vaksinasi meningitis serta influenza," ungkap Suryana.
Suryana melanjutkan, calon jamaah haji telah mengikuti manasik haji terintegrasi, yang terdiri dari 1 kali tingkat kabupaten dan 4 kali tingkat kapanewon, serta manasik mandiri dan online melalui program Sapa Haji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi