- Pemkab Sleman memperpanjang status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem hingga 31 Mei 2026 karena prakiraan BMKG.
- Perpanjangan ini bertujuan mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Sleman.
- Masyarakat diminta waspada potensi cuaca ekstrem saat libur Lebaran, terutama di lereng Gunung Merapi.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi memperpanjang status Siaga Darurat Cuaca Ekstrem hingga 31 Mei 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan intensitas tinggi yang masih terjadi pada Maret dan April.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, mengatakan keputusan tersebut tertuang dalam SK Nomor 15.5/Kep.KDH/A/2026 yang baru saja diperbarui.
"Kemudian SK Siaga Darurat Cuaca Ekstrem, baru saja kami perbarui. Jadi sampai dengan nanti tanggal 31 Mei 2026," kata Haris, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sleman.
Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
"Kami mengacu juga dari BMKG bahwa rilis dari BMKG memang nanti di bulan Maret, April ini juga masih ada hujan. Makanya ini sampai kami SK-kan sampai Mei," tandasnya.
Disampaikan Haris, status siaga darurat cuaca ekstrem sebenarnya telah diberlakukan sejak November tahun lalu. Namun dilakukan perpanjangan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Waspada Cuaca Ekstrem saat Lebaran
Dengan perpanjangan masa siaga darurat cuaca ekstrem itu, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terlebih untuk mengantisipasi potensi bencana selama libur Lebaran nanti.
Baca Juga: Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diminta Patuhi Kewajiban
Haris menyebut peningkatan mobilitas masyarakat yang mudik dan berwisata berpotensi beriringan dengan ancaman cuaca ekstrem.
"Dalam artian adalah bahwa di mana pun kita berada harus siap ketika terjadi sesuatu bencana. Oleh sebab itu, silakan untuk bisa melihat situasi," tandasnya.
Selain itu, BPBD Sleman turut mengingatkan potensi bahaya di kawasan lereng Gunung Merapi yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.
"Kemudian juga di wilayah Merapi, itu daerah yang sangat indah, tetapi kita mesti harus waspada karena di samping apa alamnya itu indah, tetapi juga tanjakan-tanjakannya juga licin kalau hujan," tuturnya.
Potensi angin kencang pun perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan pohon tumbang. Pihaknya mencatat masih banyak dahan pohon yang belum dipangkas.
"Kemudian di sekitar rumah kami masih melihat banyak sekali pohon-pohon yang mestinya harus dikurangi untuk dahan-dahannya dan sebagainya. Ini belum. Nah, ini kami mengingatkan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi