- Pedagang pasar dan penjual gorengan di Yogyakarta mengalami kesulitan akibat lonjakan harga serta kelangkaan stok Minyakita sejak April 2026.
- Kenaikan modal operasional memaksa pelaku usaha kecil dilematis antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian demi mempertahankan pelanggan.
- Disperindag DIY berjanji akan melaksanakan operasi pasar sepanjang April 2026 guna menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan minyak goreng tersebut.
SuaraJogja.id - Kenaikan harga minyak goreng rakyat, Minyakita, bukan sekadar angka statistik ekonomi bagi para pelaku usaha kecil di Yogyakarta. Di balik alasan teknis pemerintah soal masalah kemasan pasca konflik geopolitik, ada jeritan hati pedagang pasar dan penjual angkringan yang kian terhimpit.
Realitas pahit di lapangan menunjukkan lonjakan harga dan kelangkaan stok yang mencekik leher wong cilik.
Dampak paling nyata dirasakan oleh Jani, seorang penjual angkringan di Kota Yogyakarta. Minyak goreng adalah nyawa bagi dagangannya, terutama untuk menu favorit sejuta umat: gorengan. Kenaikan harga minyak yang terus-menerus membuatnya berada dalam posisi dilematis yang sulit.
Selama ini, Jani bertahan menjual gorengan seharga Rp1.000 per buah. Namun, dengan modal minyak yang kian mahal, ditambah kenaikan harga plastik pembungkus, margin keuntungannya yang sudah tipis—seringkali tak sampai Rp100 ribu per hari—kini terancam lenyap.
Ia mempertimbangkan menaikkan harga menjadi Rp1.500, namun ketakutan kehilangan pelanggan menghantuinya.
"Tapi kalau dinaikkan jadi Rp1.500 takut pembeli pergi. Tapi kalau tidak naik bisa rugi," ujarnya dengan nada bingung.
Jani hanya bisa berharap harga kembali normal agar asap dapur angkringannya tetap mengepul.
Kebingungan Jani bermuara dari kondisi di pasar. Ani, pedagang di Pasar Kranggan, Yogyakarta, mengungkapkan betapa sulitnya situasi setelah Lebaran. Harga Minyakita yang dulunya bersahabat di angka Rp18 ribu, kini melonjak menjadi sekitar Rp22 ribu per liter di lapaknya. Parahnya lagi, barangnya susah didapat.
"Stoknya tinggal sedikit, sekarang susah nyarinya. Biasanya kalau barang ada bisa stok sampai 50 liter, sekarang hampir tidak ada," keluh Ani, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Peringati Hari Lahir Mendiang Istri, Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Kulon Progo
Kelangkaan kemasan satu liter memaksa Ani menjual kemasan dua liter yang kurang diminati rakyat kecil karena harganya dirasa berat. Akibatnya, pembeli lari.
"Kalau sudah tanya harga, banyak yang langsung pergi. Jadi pembeli berkurang," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, mengklaim secara umum harga di DIY masih aman sesuai HET Rp15.700.
Namun, ia tak menampik realitas di lapangan seperti di Pasar Kranggan berbeda. Hal ini terjadi karena rantai pasok dari atas sudah mahal, di mana pedagang pasar mendapatkan harga dari pemasok sudah di angka Rp19.500 per liter.
"Nanti akan diupayakan agar mereka mendapatkan jatah operasi pasar Minyakita,” jelas Yuna merespons kondisi tersebut.
Pihaknya berjanji menggencarkan operasi pasar sepanjang April 2026 untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang