SuaraJogja.id - Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil DIY Basmi Covid-19 membuka Pos Pengaduan untuk hak kesehatan dan hak atas pekerjaan dampak Covid-19. Hal itu menyusul banyaknya posisi pekerja dan buruh yang rawan diberhentikan oleh perusahaan sewaktu-waktu tanpa mendapatkan hak-haknya.
Dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring tentang hak buruh selama pandemi, Selasa (21/4/2020), hadir sejumlah pihak dari lembaga bantuan hukum (LBH) Yogyakarta, Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum (LBKH) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), dan paralegal.
Humas Koalisi Masyarakat Sipil DIY Basmi Covid-19 Julian Duwi Prasetia menuturkan, pembukaan posko tersebut sebagai wadah bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi mendorong pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan jaminan hak atas pekerjaan di DIY.
"Tak bisa dipungkri, merebaknya pandemi Covid-19 juga mengakibatkan sendi-sendi perekonomian menjadi terganggu. Bukan berarti perusahaan dengan mudah memberhentikan para buruh atau pekerja sewaktu-waktu tanpa mendapatkan hak-haknya yang telah dijamin oleh Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagaakerjaan," jelas Julian melalui rilis yang diterima SuaraJogja.id.
Koalisi Masyarakat Sipil DIY juga menyoroti masalah lain yang dihadapi pekerja, yakni, tetap menjalankan aktivitas pekerjaan di situasi pandemi, tetapi perusahaan tidak melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran Menaker No M/3/HK.04/III/2020.
"Tidak hanya perusahaan, seharusnya pemerintah bisa ikut berperan tegas terhadap masalah ini. Saat ini pemerintah pusat hanya memberikan surat edaran kepada daerah-daerah dan tidak tegas dalam mengambil tindakan," terangnya.
Selain masalah ketenagakerjaan, hak kesehatan yang disiapkan pemerintah dinilai tak maksimal. Ketidaksiapan itu dapat dilihat dari bagaimana pemerintah kurang memberikan upaya dalam menyediakan fasilitas APD yang memadai, koordinasi yang buruk antara satu instansi dengan instansi lainnya, serta minimnya informasi terkait dengan kapasitas dan fasilitas rumah sakit rujukan
"Selain itu minimnya peran pemerintah dalam menyediakan media pemberdayaan kepada kelompok miskin dan rentan untuk berpartisipasi mencegah Pandemi Covid-19 di DIY juga," tuturnya.
Julian melanjutkan, pos pengaduan tersebut bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang merasa tak terpenuhi haknya dalam bekerja selama wabah ini.
Baca Juga: Sembari Menangis, Syekh Ali Jaber: Jangan Keras Kepala, Ramadhan di Rumah
"Dari hasil konferensi pers, kami akan tetap memperhatikan standar prosedur pencegahan Covid-19. Kami tetap merekomendasikan secara online. Namun jika masyarakat berkenan, bisa mendatangi kantor di Jalan Benowo No 309, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta. Layanan aduan ini kami buka dari pukul 10.00-16.00 WIB," terang dia.
Aduan pekerja yang diterima di pos setempat nantinya akan didata. Pekerja juga mendapat pendampingan dari anggota untuk kembali mendapatkan haknya.
"Pendampingan ini yang akan kami kawal ke depan, sehingga hak pekerja bisa mereka terima dan tentunya pemerintah dapat lebih tegas lagi mengambil tindakan kepada perusahaan," katanya.
Berita Terkait
-
Gelombang PHK Industri Media Saat Pandemi Corona, Ini Catatan AJI Jakarta
-
Kena PHK Tanpa Pesangon, Akun Ini Bikin Semesta Twitter Terenyuh
-
Ibu Pemulung Nangis: Sudah Dua Hari Saya dan Anak Tidak Makan karena Corona
-
Imbas Pandemi Corona, 631 Perusahaan di Bali PHK dan Merumahkan Karyawan
-
Kena PHK Imbas Virus Corona, Buruh Tewas Bunuh Diri
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku