Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:23 WIB
Penemuan kerangka manusia di rumah kosong kawasan Nogotirto, Gamping, Sleman. (Dok: Polresta Sleman).
Baca 10 detik
  • Kerangka manusia ditemukan di rumah kosong Perumahan Griya Arga Permai, Sleman pada Selasa, 3 Februari 2026.
  • Polisi mengidentifikasi korban kerangka tersebut berinisial HS, mantan suami dari penemu rumah.
  • Penyebab pasti kematian HS masih dalam proses penyelidikan kepolisian menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

SuaraJogja.id - Teka-teki soal kerangka manusia yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Perumahan Griya Arga Permai, Nogotirto, Gamping, Sleman, mulai terungkap. Polisi kini telah mengantongi identitas korban.

Fakta mengejutkan muncul setelah kepolisian melakukan identifikasi mendalam terhadap jasad yang menyisakan tulang belulang tersebut.

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengungkap bahwa kerangka itu berinisial HS. 

"Untuk korban atas nama inisial HS," kata AKP Salamun saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Disampaikan Salamun, korban ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemilik rumah yang pertama kali menemukan kerangka tersebut saat hendak membersihkan rumah.

"Korban adalah mantan suami Saksi SRS dan FS (yang merupakan) anak almarhum dan saksi SRS," terangnya.

Kendati identitas korban telah diketahui, pihak kepolisian masih terus bekerja untuk memastikan penyebab pasti kematian HS. 

"Masih nunggu hasil pemeriksaan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Perumahan di Nogotirto, Gamping, Sleman, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di dalam sebuah rumah yang sudah lama tidak berpenghuni pada Selasa, (3/2/2026).

Baca Juga: Berakhir Damai, Ini 6 Fakta Kasus 'Jambret Janti' yang Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Kerangka manusia itu ditemukan oleh pemilik rumah berinisial SRS (60) dan anaknya FS (21) yang bermaksud melakukan pembersihan rutin pada properti miliknya tersebut.

Penemuan bermula ketika SRS dan FS curiga melihat kondisi dalam rumah yang terkunci namun terdapat sepeda motor dan helm yang sangat berdebu. 

Merasa takut saat memeriksa sendirian, mereka mengajak Ketua RT dan warga setempat untuk mengecek hingga ke lantai dua. Di sana kerangka tersebut akhirnya ditemukan tergeletak di depan pintu kamar.

Load More