- Sebanyak 159.707 peserta PBI JK di DIY nonaktif per Januari 2026, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.
- Penonaktifan massal disebabkan oleh pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh BPS dan Kemensos.
- Dinsos DIY meminta kabupaten/kota segera verifikasi dan validasi ulang data warga untuk pengusulan aktivasi kembali.
SuaraJogja.id - Kabar penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) membuat warga DIY kebingungan dan cemas akan nasib pengobatan mereka. Dinas Sosial (dinsos) DIY mencatat, sebanyak 159.707 warga wilayah ini tercatat nonaktif sebagai peserta PBI JK per Januari 2026,l.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Bagi sebagian warga, kabar tersebut datang tanpa peringatan apapun. Banyak yang baru mengetahui status BPJS Kesehatan mereka nonaktif saat hendak berobat atau melakukan pengecekan rutin.
Aris (38), warga Kota Yogyakarta, mengaku terkejut saat mengetahui BPJS PBI milik istrinya dan pamannya tiba-tiba tidak aktif. Padahal, selama ini kepesertaan tersebut menjadi tumpuan utama untuk mengakses layanan kesehatan.
"Kaget aja sih, kok tiba-tiba nggak aktif,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia mengatakan, pengecekan dilakukan bukan karena hendak berobat, melainkan untuk memastikan status BPJS. Namun justru dari situ ia mengetahui kepesertaan PBI JK sudah dinonaktifkan.
Kebingungan Aris bertambah karena dalam data administrasi, istrinya masih tercatat sebagai karyawan swasta. Padahal saat ini sudah tidak bekerja. Ketidaksesuaian data tersebut membuat kepesertaan PBI JK belum bisa diaktifkan kembali.
"Statusnya karyawan swasta, padahal pengangguran. Jadi tidak sesuai riil di lapangan. Harus ke Dukcapil dulu. Jadi memang agak ribet," ungkapnya.
Hal serupa juga dialami pamannya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sebagai keluarga yang mengurus, Aris mengaku waswas jika sewaktu-waktu pamannya membutuhkan perawatan medis.
"Cuma cek rutin puskesmas. Tapi kita sebagai warga kurang mampu, ya pasti khawatir juga," ujarnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Secara terpisah Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Endang Patmintarsih, menyatakan berdasarkan data rekapitulasi peserta PBI JK Januari 2026 yang merujuk pada Surat Keputusan Nomor 03/HUK/2026 tertanggal 22 Januari 2026, penonaktifan terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan jumlah penonaktifan tertinggi, mencapai 56.087 jiwa. Disusul Kabupaten Sleman sebanyak 34.143 jiwa, Kabupaten Bantul 31.965 jiwa, Kota Yogyakarta 22.304 jiwa, dan Kabupaten Kulon Progo 15.208 jiwa.
Angka ini jauh melampaui penonaktifan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan hanya sekitar 7.000 orang. Gelombang penonaktifan PBI JK kali ini memang paling besar dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini lebih banyak lagi yang dinonaktifkan. Tahun lalu kan ada, cuma 7.000-an. Ini lebih banyak lagi," jelasnya.
Endang menyebut lonjakan ini tidak lepas dari perubahan dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis penentuan kepesertaan PBI JK.
"Pastilah ya, dengan perubahan data DTKS. BPS kan ini datanya. Jadi perlu kita usulkan lagi," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan