- Pernak-pernik Imlek seperti lampion dan hiasan Shio Kuda telah tersedia di toko-toko Yogyakarta menjelang perayaan.
- Permintaan serta jumlah pembeli pernak-pernik Imlek di kawasan pecinan Yogyakarta terpantau menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Stok barang seperti lampion telah dikurangi karena belum ada lonjakan signifikan pemesanan dari pembeli ritel maupun hotel.
SuaraJogja.id - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, pernak-pernik khas bernuansa merah mulai bermunculan di sejumlah toko di Kota Yogyakarta. Lampion berbagai ukuran, hiasan Shio Kuda Api hingga aneka makanan khas seperti manisan dan kue keranjang sudah dipajang di sejumkah etalase.
Namun kemunculan ornamen-ornamen Imlek tersebut ternyata belum diiringi lonjakan jumlah pembeli seperti tahun-tahun sebelumnya. Di salah satu toko yang rutin menyediakan pernak-pernik Imlek di Jalan Pajeksan yang merupakan kawasan pecinan, permintaan mulai terlihat. Namun hingga saat ini masih sangat terbatas.
Pegawai toko menyebut, Kitri mengaku barang yang paling banyak dicari tetap tidak berubah dari tahun ke tahun. Namun pembelian semakin menurun dibandingkan Imlek tahun lalu.
"Yang paling menonjol itu biasanya lampion-lampion, terus pernak-pernik yang khusus untuk shio kuda, simbol kudanya. Sama kue keranjang, itu yang paling kelihatan," jelasnya.
Kitri menyebut, hingga sepekan lebih menjelang Imlek, suasana toko belum menunjukkan keramaian signifikan. Padahal tahun lalu, satu minggu sebelum Imlek, toko sudah dipadati pembeli. Namun tahun ini, kondisi tersebut belum terlihat.
“Tahun lalu seminggu sebelum Imlek sudah ramai. Sekarang ini kan tinggal minggu depan, tapi masih agak lesu, belum signifikan. Kalau dibanding tahun kemarin, ini agak menurun," jelasnya.
Kitri mengaku tidak tahu penyebab turunnya permintaan pernak-pernik Imlek tahun ini. Namun penurunan tersebut dirasakan cukup signifikan sehingga memengaruhi keputusan pengadaan stok.
Dicontohkannya, jumlah pengadaan lampion tahun ini dikurangi cukup jauh dibanding tahun lalu. Tahun lalu toko itu bisa menjual 500 lampion namun sekarang cuma sekitar 300 lampion.
"Kalau persentase [penurunan penjualan], saya enggak bisa ngomong pasti, tapi lumayan terasa. Makanya kita juga ambil barang enggak sebanyak dulu," katanya.
Baca Juga: 5 Orang Meninggal Dunia, Status Siaga Darurat Hidrometeorologi DIY Diperpanjang
Selain pembelian eceran, toko tersebut sebenarnya juga melayani pemesanan untuk kebutuhan hotel dan usaha. Namun permintaan dari segmen tersebut juga belum menunjukkan peningkatan seperti tahun lalu.
Padahal peningkatan permintaan pernak-pernik Imlek biasanya terjadi sekitar satu minggu sebelum hari perayaan. Lampion dan hiasan ruangan menjadi barang yang paling banyak dicari, disusul makanan khas Imlek seperti manisan-manisan dan kue keranjang yang sudah menjadi ciri khas.
"Kalau kemarin banyak yang order sampai ratusan. Tahun ini belum ada order besar. Paling masih personal, kebutuhan rumah tangga. Hotel juga ada, kita supplier hotel, tapi enggak sebanyak kemarin," paparnya.
Untuk harga, pernak-pernik Imlek dibanderol cukup beragam. Hiasan sederhana dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000, sedangkan lampion atau ornamen tertentu dengan tambahan lampu bisa mencapai harga Rp1 jutaan.
Sementara itu, makanan khas Imlek dijual mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000 tergantung jenis dan kemasan. Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Yogyakarta. Meski begitu, ada juga pelanggan dari luar kota seperti Klaten dan Purworejo, meskipun jumlahnya tidak banyak.
"Kadang ada juga dari luar kota, kayak Klaten, Purworejo, tapi cuma beberapa. Yang paling banyak tetap dari Jogja," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan