Husna Rahmayunita | Rosiana Chozanah
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:32 WIB
Screening Film Dan Bandung di Jogja
Baca 10 detik
  • Film Dan Bandung diputar di XXI Plaza Ambarrukmo sebelum rilis nasional 20 Agustus 2026.

  • Rudi Soedjarwo ajak pemain bangun dialog lewat brainstorming tanpa skrip penuh.

  • Kisah Basil dan Elma menyoroti hubungan keluarga, mahasiswa, dan peluang sekuel.

SuaraJogja.id - Film "Dan Bandung" yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq menggelar special screening di XXI Plaza Ambarrukmo, Sabtu (8/8/2026).

Film produksi Verona Films ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

Mengisahkan perjalanan cinta Basil dan Elma di tengah persoalan keluarga, persahabatan, dan kehidupan mahasiswa, film ini menghadirkan Shanna Shannon sebagai Elma dan Keisya Levronka sebagai Susi.

Kedekatan karakter Elma dan Susi menjadi salah satu gambaran kuat mengenai persahabatan dalam cerita. Shanna mengaku karakter Elma cukup dekat dengan dirinya.

“Untungnya sifat Elma itu sama persis kayak aku. Kan dia pendiam, terus introvert. Jadi aku enggak harus ngubah apa-apa,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar justru muncul saat harus memainkan banyak adegan emosional, terutama dengan keluarga Elma.

Keisya, yang berperan sebagai Susi, menuturkan proses syuting diawali simulasi selama sebulan sebelum pengambilan gambar tiga pekan.

“Om Rudi tuh tidak terlalu menggunakan skrip. Kita tuh selalu skrip itu hanya untuk guide aja. Jadi kita nge-build dialognya tuh semua sendiri dan bareng-bareng, brainstorming bareng-bareng. Itu yang cukup menantang,” ujar sang penyanyi.

Produser Titin Suryani juga menegaskan film ini tidak hanya menyoroti kisah cinta, tetapi juga persahabatan serta hubungan orang tua dan anak.

Baca Juga: Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton

“Persahabatannya kental ya, dan juga anak sisi cowoknya juga begitu. Kemudian juga hubungan orang tua dan anak, itu tercermin di film ini,” tutur Titin.

Titin menambahkan, novel "Dan Bandung" sebenarnya sudah lama ada, namun publikasi dilakukan setelah proses film berjalan untuk memberi kejutan. Ia juga membuka peluang adanya sekuel bila film mendapat respons positif.

“Mudah-mudahan dukungan teman-teman, film ini meledak, jadi kita ada sekuel,” harapnya.

Dengan pendekatan penyutradaraan Rudi Soedjarwo yang lebih bebas, film ini dirangkai secara linier agar mudah ditonton.

"Dan Bandung" bukan sekadar kisah cinta Basil dan Elma, melainkan juga potret persahabatan, keluarga, dan kehidupan anak muda di bangku kuliah.

Load More