"Dokter yakin, Ibu sehat dan sembuh. Dokter selalu bilang: "Ibu itu sehat, saya yakin. Coba lihat kami semua sekarang, merawat ibu tanpa APD, Ibu juga tidak diinfus. Ibu di sini karna kita mau sample swab terakhir untuk mencari hasil NEGATIF." Bahkan dokter sempat bilang, Ibu bisa menjadi donor Plasma untuk orang yang sakit, karna imun Ibu baik sekali," jelas Fransiska.
Ia menambahkan, selama dirawat di RS, ibunya tetap menunjukkan suasana hati yang bahagia dan bahkan selalu mencuci sendiri bajunya di kamar, hingga akhrinya dinyatakan negatif virus corona pada hasil swab kelima dan keenam.
"Puji Syukur, kami ucapkan pertama kepada Tuhan Yesus, sang empunya kekuatan yang melebihi kekuatan manusia. Lewat perpanjangan tangannya melalui para dokter, perawat dan petugas lainnya.
Teman-teman bisa bayangkan bila menjadi saya. Seorang anak, yang TIDAK BISA MENEMANI ibunya di Jogja sana, yang sakit dan dirawat berminggu-minggu, karena alasan banyak hal, dimulai dari jenis sakit Ibu, peraturan orang Jakarta yang diperketat jangan mudik, dll dll," tulis Fransiska.
Baca Juga: Detik-detik Pembantaian Satu Keluarga Tenaga Medis Purwakarta
Dirinya menceritakan pula, selama di rumah sakit, ibunya mengisi waktu dengan berkreasi membuat lagu dan pusi untuk dokter di kamar isolasinya. Dalam liputan Kompas TV, pasien COVID-19 yang sudah sembuh itu juga sempat menyanyikan lagu ciptaannya di depan kamera.
Fransiska melanjutkan, kini ibunya sudah sembuh berkat kedisiplinan dan ketabahannya menghadapi penyakit tersebut. Kendati demikian, tetangga tetap menolak ibunya, yang lantas kembali membuat sedih hati Fransiska.
"Para warga di desanya tetap MENOLAK kehadiran Ibu, padahal anak sulung Ibu sudah menyebarkan surat SEMBUH dari Rumah Sakit. Ini sangat menyayat hati saya. Di saat saya selalu melakukan aksi sosial dan kemanusian untuk sesama, ibu saya sendiri diperlakukan tidak manusiawi, tapi Ibu tetap tegar, kuat. Dari hati beliau, tetap memaafkan semua orang yang memperlakukannya secara tidak adil," ungkapnya.
Ia pun tersentuh dengan hati pemaaf sang ibu dan memilih untuk turut meneladaninya. Fransiska juga menyampaikan ungkapan terima kasih pada para tenaga medis yang telah merawat ibunya.
Dalam unggahannya di Facebook, Fransiska menyertakan pula lirik lagu ciptaan sang ibu. Bahkan, kata dia, dr Didit dari RSA UGM telah menambahkan aransemen untuk lagu tersebut.
Baca Juga: Dukung Tenaga Medis Covid-19 Lewat Lagu, Prilly Latuconsina Raih MURI
"Terima kasih kepada kalian para tenaga medis yang sudah sangat mencintai dan merawat Ibu saya selama dirawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan