SuaraJogja.id - Polemik antara kata "mudik" dan frasa "pulang kampung" di tengah pandemi Covid-19 menjadi sorotan, setelah Presiden Jokowi menyebutnya berbeda arti dalam wawancara dengan Najwa Shihab di Mata Najwa, Rabu (22/4/2020). Padanan kata yang menjadi perdebatan tersebut menimbulkan pertanyaan baru -- apa bedanya mudik dan pulang kampung? Hal itu juga membuat Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) buka suara.
Joko Suryo, sejarawan UGM yang sempat membahas perjalanan tradisi masyarakat Indonesia, menganggap, kata mudik dan pulang kampung memiliki arti yang sama dalam konteks bulan Ramadan.
"Mudik dan pulang kampung dalam Ramadan itu sama. Mudik itu dalam pengertian orang dari kota kembali ke desa. Mudik itu karena ada tujuan untuk melakukan tradisi. Jadi untuk ziarah atau bersilaturahmi kepada keluarga," kata Joko Suryo dihubungi, SuaraJogja.id, Kamis (23/4/2020).
Ia melanjutkan, mudik merupakan sebuah tradisi yang dilakukan hanya sebentar. Artinya, orang perantauan kembali ke tempat tinggalnya di desa, tetapi dalam waktu cepat kembali lagi ke kota untuk bekerja.
"Mudik itu dia pulang hanya sebentar saja. Dia melakukan sebuah liburan spesial untuk keluarganya. Sebenarnya lebih kepada tradisi silaturahmi," kata dia.
Tradisi ini sendiri, lanjut Joko, memiliki tiga latar belakang berbeda, yaitu sosial, ekonomi, dan budaya.
"Ekonomi artinya kan mereka memutuskan ke kota lalu bekerja mencari nafkah. Itu mereka pilih karena di desa sudah tidak bisa mencari kerja yang sesuai. Sosial dan budaya sendiri banyak orang yang bertemu dan bersilaturahmi bersama keluarga," kata dia.
Joko menuturkan, tradisi mudik akhirnya dipahami sebagai salah satu cara mengajak orang desa tertarik untuk bekerja di kota.
"Jelas saja hal ini juga menjadi ajang pamer, karena orang terlihat sukses, lalu membuat tertarik tetangga desa untuk bekerja di kota. Akhirnya di Jakarta atau kota besar kewalahan," kata dia.
Disinggung soal pulang kampung, yang diketahui bermakna sama dengan mudik berdasarkan pedoman KBBI, Joko menuturkan, meski konteks artinya sama, tetapi ada makna yang berbeda antara mudik dan pulang kampung.
"Pulang kampung sendiri kan sebenarnya bukan menengok atau bersilaturahmi dengan waktu singkat. Jadi mereka pulang karena alasan tertentu. Di tengah wabah seperti ini kan terlihat bahwa orang-orang yang bekerja di kota tidak memiliki pekerjaan karena di-PHK atau dirumahkan," katanya.
Dengan demikian, para perantau yang tak memiliki pekerjaan di kota memilih pulang kampung, untuk mencari pekerjaan baru di rumahnya dalam jangka waktu yang lama.
"Karena ada alasan ini, pulang kampung berarti memang warga ini kembali ke rumahnya dengan jangka waktu yang panjang. Mungkin mencari kerja lain atau mengumpulkan biaya untuk kehidupannya," terang dia.
Kendati begitu, di tengah wabah corona ini, Joko menuturkan, orang-orang yang memutuskan untuk pulang kampung harus memperhatikan risiko yang akan mereka bawa ke desa-desa.
"Tapi dia itu harus mempertimbangkan keselamatan. Karena ada faktor-faktor rasional, sehingga memang harus mengikuti anjuran pemerintah. Memang tak dilarang [pulang kampung], tapi jika itu membuat keadaan berubah negatif, seharusnya mereka mempertimbangkan," ungkap Joko.
Berita Terkait
-
Hari Ini Tol Layang Japek Ditutup, Cuma Jenis Kendaraan Ini yang Bisa Lewat
-
Serahkan Bantuan Sembako, Puan Maharani Minta Warga Tunda Mudik
-
Polisi Tutup Tol Layang Jakarta - Cikampek dan Tol Cibitung - Cikarang
-
Huft! Warga Masih Boleh Keluar Masuk Jabodetabek, Tapi Bakal Ditanya-tanya
-
Warga Mudik Lebaran Denda Rp 100 Juta dan Dipenjara 1 Tahun
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir