Scroll untuk membaca artikel
M Nurhadi | Mutiara Rizka Maulina
Minggu, 26 April 2020 | 18:30 WIB
Masjid Agung Manunggal, Bantul. [Suarajogja.id/Mutiara Rizka]

SuaraJogja.id - Masjid Agung Manunggal Bantul digagas oleh seorang tokoh masyarakat pendiri Persatuan Djamaah Haji Indonesia (PDHI), Alm KH Mathoriq Alhuda pada tahun 1977. Ia memiliki keinginan untuk membangun sebuah tempat ibadah yang menjadi representasi masyarakat Bantul.

Takmir Masjid Agung Manunggal Bantul, Saebani mengatakan KH Muthoriq Alhuda berkeinginan membangun ikon umat muslim sekaligus sebagai bangunan masjid yang monumental. 

"Sebagai satu-satunya masjid yang monumental di Kabupaten Bantul," kata Saebani saat ditemui di serambi Masjid Agung Manunggal, Minggu (26/4/2020).

Kala itu, jumlah umat Islam di kawasan Bantul berjumlah sebanyak 95% dari keseluruhan populasi. Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Departemen Agama.

Baca Juga: Masakan Ibunda Jadi Menu Favorit Mahmoud Eid di Bulan Ramadan

Setelah mendapatkan persetujuan, DPRD dan Depag kemudian melakukan survey wilayah untuk membangun masjid tersebut. Sebelumnya, terdapat tiga lokasi yang menjadi kandidat tempat pembangunan masjid, hingga akhirnya terpilih di tempat Masjid Agung berada saat ini. 

Masjid Agung Manunggal berdiri diatas lahan seluas 15.540 meter dengan referensi bangunan Masjid Amal Muslim Pancasila yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Rancangan Masjid Agung manunggal dibuat oleh Sunardi selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum di masa itu.

"Meski beliau itu nasrani, tapi masjid ini yang merancang beliau," imbuh Saebani. 

Hingga tahun 2000, pembangunan masjid agung memotong gaji karyawan Departemen Agama sebesar 1,5%. Bangunan masjid memiliki sentuhan kejawen pada ukiran yang menghiasi tiap sudut bangunan sebagai representasi Bantul.

Setelah mengumpulkan dana selama beberapa tahun, pembangunan masjid dimulai pada tahun 1984 oleh Pemerintah setempat.

Baca Juga: Jadi Jujugan saat Ramadan, Begini Suasana Masjid Jogokaryan di Tengah Wabah

Saebani menyebut, pada awal masjid beroperasi di era 2000 an, jamaah yang datang ke masjid merupakan undangan dari sekolah dan berbagai lembaga. Mereka diminta hadir untuk mendirikan ibadah di masjid, sekaligus untuk memperkenalkan bahwa masjid agung sudah dapat mulai dimanfaatkan. 

Mulai tahun 2000 hingga 2005 pembangunan masjid agung mulai menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,5 Milyar.  Hingga saat ini, masjid agung sudah mengalami beberapa renovasi pada tahun 2015, 2017, dan 2018.

Sebagian besar renovasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi atap, kondisi lantai yang ambles saat gempa serta menambah beberapa fasilitas penunjang.  

Dalam satu baris shaf dapat menampung hingga seratus orang jamaah. Dalam keadaan penuh, masjid ini dapat digunakan leh 2000 lebih muslim yang ingin beribadah.

Selama bulan Ramadan, biasanya terdapat aktivitas mengaji di pagi dan sore hari serta sholat tarawih. Namun, selama pandemi, segala aktifitas masjid agung dihentikan. Hanya bagian selasar masjid yang masih nampak satu dua orang yang beribadah maupun beristirahat.

Salah satu yang menjadi ikon bangunan masjid agung adalah ukiran ayat suci al-quran yang berada di langit-langit bagian luar. Selain itu, ada terdapat patung padasan yang dibangun belakangan. Patung padasan tersebut menandakan arti kesucian tempat ibadah. 

Bedug yang dimiliki masjid manunggal agung juga merupakan salah satu bedug terbesar di DIY.Bedug tersebut bahkan sering dipinjam untuk mengikuti festival bedug di Jakarta. keberadaan bedug ini sudah ada sejak masjid berdiri, dan hingga saat ini masih digunakan.

Kata manunggal sendiri memiliki arti persatuan. Saebani menjelaskan, hal tersebut sebagai simbol bahwa masjid tersebut menyatukan berbagai kelompok islam. Siapapun dari aliran apapun diperbolehkan beribadah di masjid tersebut. 

Banyak tokoh-tokoh besar yang sudah berkunjung ke masjid ini. Salah satunya adalah Alm KH Zainuddin MZ. Suasana yang asri dengan banyaknya pepohonan yang mengelilingi bangunan masjid, membuat masyarakat gemar beraktivitas di masjid ini. 

Load More