SuaraJogja.id - Merunut pada riwayatnya praktik premanisme sudah berlangsung lama, bahkan tumbuh subur ketika Orde Baru berkuasa.
Berpedoman pada tulisan Ian Douglas Wilson bertajuk Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru, didedahkan bahwa praktik premanisme tak sekadar soal perut tetapi juga tak bisa dilepaskan dari bayang politik kekuasaan.
Karena adanya legitimasi tersebut, tak heran aksi premanisme dalam beberapa dekade ke belakang tampak begitu tumbuh subur.
Tumbuh suburnya praktik premanisme ini nyatanya juga bisa dirasakan oleh masyarakat di sekitaran Jogja. Seperti halnya di tempat-tempat lain, praktik premanisme di Jogja juga sangat lekat dengan kekerasan.
Tak sedikit di antaranya yang harus bertaruh nyawa demi mempertahankan eksistensi hingga periuknya.
Tentang bagaimana potret kelam dunia premanisme di Jogja, cerita Safuani berikut ini bisa jadi gambarannya.
Pria yang akrab disapa Haji Icap ini telah lama pensiun dari praktik dunia hitam tersebut. Meski begitu kenangannya akan masa muda nan menggelora sebagai preman masih cukup kuat di ingatannya.
Berikut kisahnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya