SuaraJogja.id - Seorang warga dikabarkan hanyut di Sungai Bedog, Sleman, Selasa (26/5/2020). Pria yang diketahui bernama Supardi (41) tersebut diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk keluar rumah setelah acara lebaran, Minggu (24/5/2020).
Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) DI Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengatakan, pihaknya mendapat laporan tersebut sekitar pukul 06.30 WIB.
"Melalui bhabinkamtibmas Godean, Kami mendapat laporan bahwa ada seorang warga di Desa Sidoarum, Godean diduga hanyut di sungai Bedog. Hal itu dicurigai setelah warga lain mendapati sandal dan kaos korban di pinggir sungai tepatnya di DAM Cokro Bedog," terang Pipit melalui pesat singkat.
Korban Supardi, Pipit meneruskan, sempat berpamitan seusai lebaran pada 24 Mei lalu. Lantaran tak kunjung kembali pulang hari itu, pada hari Senin (25/5/2020), pihak keluarga dan warga lantas berinisiatif untuk mencari keberadaan korban.
"Korban juga dikabarkan mengalami depresi. Dia berpamitan keluar rumah, namun tak kunjung kembali. Hari ini (Selasa), terdapat laporan satu orang tenggelam. Tim langsung bersiap mencari korban," katanya.
Pipit menuturkan, dalam proses pencarian korban, tim SAR Gabungan dibagi kedalam dua kelompok guna mempermudah proses pencarian.
"Kami bagi menjadi dua regu dalam pencariannya. Tim pertama mencari dari titik dugaan awal tenggelam ke selatan lebih kurang 0,5 kilometer. Sedangkan tim kedua menyisir ke selatan hingga radius 8 kilometer," terangnya.
Tim yang diterjunkan berjumlah 15 orang dari berbagai keahlian, Pipit menambahkan pencarian menggunakan teknik body rafting.
"Kami sisir dari pinggir dan dalam sungai dengan body rafting. Hingga kini kami masih mencari, belum menemukan tanda-tanda korban," tambah dia.
Berita Terkait
-
Nekat Keluar Jakarta, Puluhan Mobil Dipaksa Putar Balik di Tol Cikupa
-
Harga Relatif Terjangkau, Pasar Gembrong Tetap Jadi Pilihan Pembeli
-
Gubernur Sumbar: Warga Perantau Tak Perlu Pulang Lagi
-
Lepas Penat di Masa Pandemi, Warga Jakarta Serbu Kawasan Puncak Bogor
-
Gubernur Sumbar Minta Pemerintah Perpanjang Masa Larangan Mudik
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat