SuaraJogja.id - Bagi sebagian orang bekerja di kantor dengan ruangan berAC mengenakan seragam resmi adalah impian. Tap tak sedikit pula yang memilih jalan pedang lain seperti yang dilakukan lulusan Fisipol UGM berikut ini.
Pemilik akun bernama @tanikelana, beberapa waktu lalu membagikan ceritanya ketika memilih jalan berseberangan dari kebanyakan orang ketika lulus kuliah. Tujuh bulan lulus dari Fisipol UGM, ia memilih untuk pulang kampung dan mengambil cangkul untuk menjadi petani.
"Tujuh bulan lalu aku lulus dari Fisipol UGM. Januari lalu akhirnya aku pulang kampung dan Maret aku mulai ambil cangkul dan pergi ke kebun," tulis pembuka ceritanya.
Dalam utasnya, ia berkisah bahwa ilmu pertanian didapatnya ketika saat kuliah bersua dengan komunitas bernama @sektimuda. Setelah banyak bergaul dengan para petani, tekadnya untuk menjalani profesi sebagai petani pun makin kuat.
"Setelah banyak ketemu petani, belajar nanam di kos, jiwa bertaniku yang dipupuk sejak kecil karena main harvestmoon makin menjadi," terangnya.
Seusai lulus ia pun mulai mengumpulkan segala bekal untuk mewujudkan mimpinya sebagai petani. Dengan meminjam sedikit uang dari keluarga dan menjual buku-buku selama kuliah, ia pun mulai bertani.
"Setelah lulus dan di rumah aku ngobrol dengan keluargaku, mereka tetap mendukung pas aku bilang mau bertani. Di sana aku minjem sedikit uang ke keluargaku buat modal, sisanya jual buku yang dikumpulin selama kuliah. Di bulan Maret aku mulai bertani, mulai belajar nyangkil, belajar lagi banyak hal langsung dengan para petani lain," jelasnya.
Ia mengaku saat itu mendapatkan lahan seluas 450-an meter yang memang statusnya kosong dan bisa untuk digarap. Meski sempat kesulitan, tanaman kangkung yang ditanamnya mulai memperlihatkan hasil.
"Setelah tiga-empat minggu, kangkung dah pada besar. Dari situ aku jualin sebagian ke tukang sayur, tiap hari berangkat jam 6 panen kangkung terus keliling ke beberapa tukang sayur. Hasilnya cukup lumayan buat sehari-hari. Aku sendiri benar-benar bertani baru sekitar empat bulan dan sejak aku mulai bertani rasanya hidup benar-benar tenang dan bahagia banget!" ungkapnya.
Baca Juga: Nyeleneh, Tukang Parkir di Jogja Sambut New Normal Pakai Galon di Kepala
Ia membeberkan alasan mengapa pada akhirnya memilih untuk bertani tak lain mencari sumber penghidupan yang terjamin halal dan berkah.
"Salah satunya adalah aku mau cari sumber penghidupan yang terjamin halal dan berkah. Aku gamau kasih makan keluarga aku kelak dari hasil yang 'diragukan', lainnya karena aku merasa hidup singkat dan amat sayang hanya lahir untuk merusak bumi dan seisinya," imbuhnya.
Tak sedikit netizen yang kemudian turut memberikan dukungan untuk pemilik akun @tanikelana.
"Semoga bisa meneruskan perjuangan njenengan mas," kata @armabaraa.
"Mantap bang..teruskan..kalo tekun dan kreatif sektor pertanian Insya Allah menjanjikan, pintar liat peluang juga," kata @dnmsftr.
"keren threadnya..jadi tambahan motivasi," ujar @scallionzz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja