SuaraJogja.id - Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelasakan, kronologi seorang terapis pijat plus-plus yang dibunuh pelanggannya.
Tersangka Yusron Virlanda (20) nekat membunuh pekerja seks komersial itu karena kecewa dengan korban yang tak bisa memberikan full servis di atas ranjang.
Hartoyo mengatakan, pelaku membakar korban dengan menggunakan kompor portabel. Selain itu korban juga terdapat luka tusuk.
“Korban dibakar kakinya lalu ditusuk di leher,” kata AKBP Hartoyo seperti dilaporkan Beritajatim.com--jaringan Suara.com, kemarin.
Baca Juga: Mahasiswa yang Sewa Tak Puas, Terapis Pijat Plus Dibakar hingga Tewas
Lebih lanjut Hartoyo menjelaskan, kasus pembunuhan yang juga pembakaran ini tergolong sadis. Sebab, korban yang sudah tak berdaya ini juga dimasukkan ke dalam kardus kulkas bekas.
Kepada polisi, Yusron juga menceritakan aksi sadisnya membunuh Monic.
Mahasiswa di sebuah perguruang tinggi swasta di Surabaya ini mengaku, menyewa jasa pijat plus-plus Monic dengan uang kuliah yang diberikan orang tuanya.
“Saya pakai uang kuliah membayar dia (Monic),” katanya.
Dia mengaku nekat membunuh lantaran geram permintaan untuk layanan full service tidak dituruti oleh korban.
Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan Mahasiswa Bunuh PSK Bertato: Ibu Saya Janda
“Saya booking dia (korban) dengan harga Rp 900 ribu pelayanan penuh. Perjanjiannya saya dipijat 1 jam 30 menit plus full servis. Tapi pijat baru 40 menit, dia minta saya dilayani plus-plus," ujar Yusron.
"Baru oral eh berhenti dan minta uang bayaran sama tips Rp 300 ribu, lalu mengancam teriak. Ya saya bekam mulutnya, eh dia teriak makin kencang. Sampai akhirnya dia saya tusuk tiga sampai empat kali di bagian leher dan saya bakar,” Yusron menambahkan.
Usai diketahui oleh warga dan dilakukan pemeriksaan, pelaku tak lama langsung bisa ditangkap di Mojokerto. Bahkan, kepolisian langsung melakukan gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya.
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo