SuaraJogja.id - Peningkatan aktivitas Gunung Merapi mendorong pemerintah Klaten melakukan sidak di sejumlah jalur evakuasi dan shelter pengungsian di lereng gunung. Dari hasil pengecekan ditemukan tiga ruas jalur evakuasi saat ini dalam kondisi rusak parah.
Kerusakan itu seperti di ruas jalur evakuasi di sisi barat. Kerusakan parah ada di ruas jalan antara Tegalmulyo hingga Pasar Surowono, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang.
Pada jalur evakuasi sisi tengah kerusakan terjadi di wilayah Dukuh Deles, Desa Sidorejo. Ruas-ruas jalan itu ramai dilintasi truk pengangkut bahan galian golongan C.
Sebagai upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, Pemkab Klaten berencana melakukan perbaikan kerusakan di tiga ruas jalan itu memanfaatkan anggaran pemeliharaan.
"Anggaran yang disiapkan jadinya senilai Rp2,6 miliar. Pemeliharaan ini menyasar di tiga jalur evakuasi tersebut," kata Sri Mulyani seperti dikutip dari solopos.com - jaringan suara.com, kemarin.
Disamping melakukan pemeliharaan, Mulyani mengatakan masih menunggu kepastian anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Sebelumnya, Pemprov Jateng disebut berencana mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalur evakuasi di wilayah Tegalmulyo.
"Ada rencana Rp14 miliar [bantuan keuangan untuk peningkatan ruas jalan Tegalmulyo-Surowono] dari pemprov. Ini nanti kami koordinasikan dengan Pak Sekda atau Pak Gubernur apakah bisa dilanjutkan atau tidak," katanya.
Sri Mulyani mengatakan meski kondisi jalur evakuasi rusak, warga di wilayah lereng Merapi sudah memiliki jalur-jalur alternatif yang bisa mereka lintasi ketika kondisi darurat atau ketika harus dilakukan pengungsian warga.
"Warga di Tegalmulyo sendiri sudah memiliki jalur alternatif [menuju selter]. Jadi tidak melewati jalur utama. Mereka juga sudah menyiapkan armada-armada yang digunakan untuk mengangkut warga ketika ada pengungsian," jelas Mulyani.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Rabu 8 Juli 2020
Sementara itu Kabid Bina Marga DPUPR Klaten, Suryanta, mengungkapkan kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten menyasar sejumlah ruas seperti ruas Dompol-Kaliwuluh di ruas jalur evakuasi lereng Merapi sisi tengah. Selain itu, ada ruas Kaliwuluh-Deles serta ruas Basin-Mipitan.
Pada jalur evakuasi sisi barat, kegiatan pemeliharaan menyasar ruas jalan Nangsri-Tanjungsari. Sementara, pemeliharaan jalur evakuasi di sisi timur menyasar ruas Surowono-Jatirajeg serta Jiwan-Jatirajeg.
Pemeliharaan yang dimaksud yakni kegiatan penambalan jalan yang rusak.
"Tahun ini untuk kegiatan betonisasi termasuk di jalur evakuasi tidak ada karena semua kegiatan peningkatan jalan digeser untuk Covid-19," jelas dia.
Suryanta mengatakan kegiatan pemeliharaan ruas jalan termasuk pada jalur evakuasi sebagian sudah mulai dikerjakan. Ditargetkan kegiatan pemeliharaan jalan rampung sebelum November.
Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan jarak Desa Tegalmulyo hingga selter pengungsian di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko sekitar 17 km. Sekitar 5 km ruas jalan tersebut rusak berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa