SuaraJogja.id - PT Angkasa Pura I memberikan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada Pemkab Kulon Progo. Bantuan itu nantinya akan langsung disalurkan ke RSUD Wates sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kulon Progo.
Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara YIA PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengatakan, pemberian bantuan ini sebagai respons PT Angkasa Pura I, mengingat pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Selain itu, pihaknya juga merasa mempunyai kewajiban dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya di Kulon Progo.
"Hari ini kita berikan bantuan berupa satu mobil ambulans untuk bisa digunakan oleh pemerintah dan masyarakat Kulon Progo," ujar Pandu kepada awak media di lingkungan Pemkab Kulon Progo, Rabu (8/7/2020).
Dijelaskan Pandu, mobil ambulans yang diberikan sebagai bantuan ini sudah memiliki spesifikasi kendaraan yang khusus untuk penanganan Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya karena memisahkan pengemudi dengan pasien, ditambah juga dengan alat-alat tertentu yang sudah disiapkan dan bisa langsung digunakan untuk penanggulangan Covid-19.
Terkait pemberian bantuan tersebut, Pandu menuturkan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan anggaran yang khusus digunakan untuk penanggulangan penyebaran Covid-19. Diketahui juga sebelumnya PT Angkasa Pura I sudah diberikan mandat sebagai ketua satgas wilayah Kulon Progo yang mewakili Satgas BUMN.
"Semoga bantuan ini bermanfaat, tapi juga memang harapannya mobil ini tidak digunakan, artinya tidak ada lagi kasus Covid-19 di Kulon Progo," ungkapnya.
Pandu juga meminta masyarakat untuk tidak lengah dalam menjalani kehidupan sehari-hari di era new normal serta menaati protokol kesehatan, mulai dari rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, dan tetap menjaga jarak aman dengan yang lainnya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo, mewakili Pemkab Kulon Progo, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada PT Angkasa Pura I yang sudah memberikan bantuan berupa satu unit mobil ambulans tersebut. Dengan bantuan itu, diharapkan penanganan kasus Covid-19 di Kulon Progo lebih lengkap dan siap.
"Ambulans ini khusus dibuat sedemikian rupa memang untuk pasien Covid-19. Jadi, dari segi peralatan yang ada di ambulans pun sudah siap," ujar Sutedjo.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Kulon Progo Tambah 2 Orang dari Balita dan Nakes
Senada dengan Pandu, meskipun diberi bantuan ambulans, Sutedjo berharap, fasilitas yang ada tersebut tidak terpakai untuk mengangkut atau menangani pasien. Ia meyakini, bantuan yang diterima ini akan sangat berguna untuk melengkapi kebutuhan peralatan pembantu dalam hal penanganan Covid-19 semua pihak.
Ia prihatin dengan penambahan beberapa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di Kulon Progo. Pasalnya, Kulon Progo juga sempat beberapa kali merasakan nihil kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kulon Progo ini kan sebelumnya belum pernah mendapatkan penambahan sebanyak lebih dari satu pasien dalam sehari, tapi sayangnya dalam beberapa hari terakhir Kulon Progo dua kali malah menambah lebih dari satu, kami cukup prihatin," ungkapnya.
Sutedjo tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku. Meskipun dengan embel-embel new normal sekalipun, masyarakat diharap untuk tidak menyepelekan virus corona, yang masih sangat tinggi penyebarannya.
Berita Terkait
-
Kasus Positif Covid-19 Kulon Progo Tambah 2 Orang dari Balita dan Nakes
-
Buntut Ambulans Bawa Kambing, Kepala Desa Geruduk Kantor Camat di Lumajang
-
Duh, Tenaga Medis di Inggris Ditusuk Saat Merespons Panggilan Darurat
-
Bawa Kabur Jenazah untuk Disalatkan, Satu Keluarga Terancam Pasal Berlapis!
-
Detik-detik Jenazah Corona Dibawa Kabur Keluarga dari Mobil Ambulans
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 24 Feb 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap!
-
Saling Jaga di Tengah Keterbatasan: Rutinitas Kakak Beradik Mencari Rezeki Demi Keluarga Sejak Dini
-
7 Fakta Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Jogja: Maling Babak Belur Dihantam Stik Golf