SuaraJogja.id - Entah karena terhimpit ekonomi akibat pandemi Covid-19 atau karena memang sudah tabiat, WTR (47) melakukan pencurian kembali. Wanita yang tinggal di Pedukuhan Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul tetapi ber-KTP Tegal, Kopen, Banguntapan, Bantul ini untuk kali ketiga berurusan dengan polisi.
Kali ini, ibu dua anak ini kembali harus menjadi pesakitan di balik jeruji besi Mapolsek Piyungan setelah diamankan polisi. Wanita yang berprofesi sebagai buruh ini diamankan jajaran Reskrim Polsek Piyungan usai melakukan pencurian di dua rumah di Rejosari, Srimartani, Piyungan, Bantul.
Modus yang digunakan wanita ini memang cukup unik. Dirinya keliling dari kampung ke kampung sembari membawa barang dagangan bawang putih dan ikan asin. Dia berkeliling mencari mangsa. Ketika ada sebuah rumah yang tampak sepi, wanita ini mencoba mengetuk pintu. Baru ketika tidak ada jawaban, dia langsung berusaha masuk ke dalam rumah dan mengambil barang berharga yang ada.
Dari dua rumah di Rejosari, wanita ini berhasil menggondol uang Rp3,4 juta dan juga kalung rantai emas seberat 10 gram. Wanita ini mengaku melakukan aksinya karena terhimpit ekonomi akibat pandemi Covid-19, yang belakangan melanda dunia.
Suaminya, yang berprofesi sebagai tukang dorong perahu di pantai Samas, sudah tak memberinya nafkah lagi. Sementara, ia harus menghidupi dua orang anaknya dan harus membayar utang yang jumlahnya tidak sedikit. Ia terpaksa mencuri barang berharga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan membayar utang tersebut.
"Gimana lagi. Wong suami saya tidak ada penghasilan," tuturnya, Selasa (14/7/2020), di Mapolsek Piyungan.
WTR mengaku, awalnya tidak ada niat untuk melakukan pencurian karena niat awalnya hanya ingin berjualan bawang dan ikan asin yang banyak dijumpai di tempat tinggalnya. Namun, ketika berkeliling menjajakan dagangannya, ia melihat ada rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, sheingga timbul niat jahat untuk mencuri.
Pada 7 Juli 2020 lalu, di tempat korban bernama Poniyah di Rejosari, ia bisa masuk ke dalam rumah setelah berhasil menemukan kunci yang disimpan di lubang ventilasi di atas pintu. Di rumah Poniyah, wanita ini berhasil mengambil uang Rp3,4 juta dari dalam lemari.
Sementara di rumah Pariyem, yang juga ada di Rejosari, ia berhasil masuk karena memang tidak dikunci. Rumah Pariyem dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya ke tempat saudara. Dari rumah Pariyem, wanita ini berhasil menggondol perhiasan emas kalung seberat 10 gram senilai Rp13 juta lengkap dengan surat-suratnya.
Baca Juga: WHO: Pandemi Covid-19 Akan Semakin Memburuk
"Saya benar-benar jualan. Wong ada yang beli kok," tuturnya.
Kapolsek Piyungan Kompol Suraji mengakui, beberapa minggu terakhir warga Piyungan memang resah dengan adanya aksi pencurian di siang hari sekitar pukul 09.00 pagi hingga 11.00 WIB. Dari TKP pertama di Padukuhan Rejosari, korban tidak melapor, dan baru di lokasi kedua korban melapor.
Kebetulan di hari yang sama dengan pencurian di lokasi kedua, ada peristiwa mencurigakan dengan modus mirip di daerah Prambanan. Pihaknya langsung mendatangi wilayah Prambanan dan mendapatkan ciri-ciri yang identik dengan pelaku di Rejosari.
"Terus kami simpulkan pelaku pencurian itu adalah WTR. Kebetulan WTR itu residivis kasus yang sama di Piyungan tahun lalu. WTR baru saja lepas dari penjara akhir Agustus tahun lalu dengan kasus yang sama," terangnya.
Usai mengantongi identitas pelaku, polisi lantas memburu pelaku di kediamannya di Ngepet. Polisi berhasil meringkusnya selang sehari setelah peristiwa pencurian kedua di Rejosari. Pelaku lalu langsung dibawa ke Mapolsek Piyungan bersama barang bukti sepeda motor matik dan tas tempat uang.
Sementara untuk emasnya, polisi harus mengambilnya di tempat peleburan emas karena emas tersebut sudah dijual ke peleburan emas oleh tersangka seharga Rp3 juta. Namun demikian, pembeli emas tersebut tidak diamankan ke Mapolsek dan statusnya hanya sebagai saksi.
Berita Terkait
-
Bukan Hanya Bawang, Ketahui 5 Makanan Penyebab Bau Badan Lainnya
-
Dendam Di-PHK, Pria Asal Sleman Foya-Foya di Sarkem Usai Gasak Uang Majikan
-
Wisata Sungai Opak Akan Dibuka, Faisal Gelar Doa Pakai Kidung Jawa
-
Kisah Maling yang Bikin Pemobil Heran, Bukan Incar Mobil Tapi.....
-
Curi Komponen BTS, AS Cuma Incar Dua Modul Ini, Harganya Capai Rp 60 Juta!
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja