SuaraJogja.id - Setelah heboh mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan sosok Gilang dengan fetish kain jarik. Muncul pengakuan korban pelecehan seksual lainnya yang pernah diminta mengirimkan videonya saat menari sambil berkeringat dengan kedok penelitian.
Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Gilang, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Airlangga beberapa waktu membuat geger terutama di media sosial. Sebab, korbannya diminta untuk mengikat diri lalu membungkus diri seperti pocong.
Siapa sangka, setelah pengakuan seorang korban ramai, korban-korban lainnya pun turut memberikan pengakuan serupa yang pernah terpedaya oleh sosok Gilang yang disebut pandai bersilat lidah ini.
Tidak berselang lama setelah geger kasus fetish Gilang, muncul juga pengakuan seorang gadis yang mengalami pelecehan dengan modus tak jauh berbeda dengan pelaku berbeda.
Hal ini seperti diungkap akun twitter @rcfinl yang membagikan tangkapan layar percakapan pesan singkat di Instagram. Dalam unggahan tersebut muncul nama pelaku Iqbal yang meminta tolong kepada korban untuk menjadi responden penelitianya yang berhubungan dengan gerak dan keringat.
Pelaku meminta Refi untuk mengirimkan videonya saat berlatih menari dengan kondisi tubuh berkeringat banyak hingga membuat baju yang dikenakan basah. Iqbal berdalih video itu digunakan untuk bahan penelitian salah satu mata kuliah yang ia ambil.
Saat ditanya mengenai judul penelitian, pelaku mengatakan judul yang ia gunakan adalah 'Hubungan Gerak dan Keringat Ditinjau dari Aspek Biokimia'. Pelaku juga mengaku merupakan mahasiswa Universitas Padjajaran, Bandung. Tidak mudah tertipu, Refi menyadari ada hal yang janggal dari permintaan pelaku.
Alih-alih memberikan videonya saat berlatih menari, korban lantas menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku tidak benar. Ia juga menyampaikan sudah ada beberapa teman dan adik tingkatnya yang diminta untuk mengirimkan video serupa. Korban juga sempat mengancam tingkah laku Iqbal yang tidak terpuji itu.
"Sama nih kaya mas Gilang, bedanya yang ini minta video lagi nari keringetan dengan alibi buat penelitian juga," tulis Refi dalam keterangannya.
Baca Juga: Sehari Sebelum Iduladha, Pemkab Bantul Bagikan 33 Kambing ke Warga Miskin
Diunggah Kamis (30/7/2020), curahan hati Refi tersebut sudah mendapatkan ribuan respon dari warganet. Terdapat 29 ribu lebih pengguna Twitter yang menekan tombol suka, 10 ribu lebih lainnya me-retweet dan ada dua ribu lebih meninggalkan komentar.
Tidak hanya Refi, ada juga pengguna Twitter dengan nama akun @Ayamsayurrrrrrr, yang juga sempat memiliki percakapan di Instagram. Dengan modus yang sama, pelaku mencoba meminta video korban saat menari dengan keringat yang membasahi tubuh. Pelaku, juga sempat meminta nomor telfon korban namun ditolak.
Diketahui pelaku merupakan mahasiswa Universitas Padjajaran jurusan Akuntansi Perpajakan tahun angkatan 2017, namun pelaku sering mengaku sebagai mahasiswa jurusan Kimia angkatan 2018 untuk membantu melancarkan aksinya. Dari unggahan Refi kemudian diketahui tidak sedikit gadis remaja yang mendapatkan pesan sama dari Iqbal.
"Aku juga pernah dimodusin dia, untungnya aku orangnya cuek karena mikir ini orang mengganggu banget. Gue kaya diterror tiap menit nge-dm terus. Terus saking ga direspon dia modus mau kirim oleh-oleh," tulis akun @nabilamldlrst.
"Mbak, dia juga pernah dm aku. Tiba-tiba dia tau kalau aku ikut UGS, nah ngakunya paguyuban Bandung. Aku pernah nanya ke
@taraksaakandra ternyata di paguyuban Bandung gak ada namanya iqbal," curhat akun @sirunnisa.
Munculnya kisah pelecehan seksual yang dialami korban, baik laki-laki maupun perempuan membuat warganet menyadari adanya orang-orang dengan kepuasan seksual yang dinilai tidak wajar. Seperti fetish terhadap kain jarik dan keringat tubuh wanita saat menari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah