- Ratusan ribu pemudik sepeda motor mendominasi awal arus mudik Lebaran 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Dishub DIY mencatat 129.194 motor masuk per 14 Maret 2026, jauh melebihi kendaraan mobil.
- Volume total kendaraan masuk DIY lebih tinggi, dengan puncak arus mudik diprediksi pada 18-19 Maret.
SuaraJogja.id - Fenomena tak biasa mewarnai awal arus mudik Lebaran 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bukan iring-iringan mobil pribadi yang lebih dulu memadati gerbang masuk kota gudeg, melainkan 'pasukan' pemudik sepeda motor yang jumlahnya mencapai ratusan ribu, menciptakan lautan kendaraan roda dua di sejumlah titik perbatasan.
Dinas Perhubungan (Dishub) DIY merilis data mengejutkan per 14 Maret 2026. Tercatat, sebanyak 129.194 unit sepeda motor telah menyerbu masuk ke wilayah Yogyakarta. Angka ini menunjukkan dominasi yang luar biasa, di mana jumlah pemudik roda dua tercatat hampir empat kali lipat lebih banyak dibandingkan pengguna mobil yang hanya sebanyak 32.987 unit.
Sementara itu, jenis kendaraan lain seperti bus tercatat 3.871 unit dan truk sebanyak 8.965 unit. Secara total, volume kendaraan yang masuk ke DIY jauh melampaui yang keluar, dengan perbandingan 175.017 unit masuk berbanding 158.511 unit keluar, menandakan dimulainya gelombang kedatangan pemudik.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, membenarkan fenomena ini. Menurutnya, tingginya angka tersebut juga dipengaruhi oleh pergerakan komuter dari kota-kota penyangga.
"Arus lokal juga terhitung, misalnya orang yang berangkat dari Klaten ke Yogya juga masuk dalam data, dan rata-rata masih didominasi sepeda motor," ujar Rizki saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu (15/3/2026).
Pemantauan intensif yang dilakukan di pintu-pintu masuk utama DIY memberikan gambaran lebih jelas. Di sisi timur, titik Kikis Joholanang menjadi jalur favorit pemudik motor dengan 41.895 kendaraan masuk. Sementara di jalur Prambanan, tercatat ada 19.333 kendaraan yang masuk.
Dari sisi barat, jalur via Temon (Congot/Daendels) juga dipadati oleh 7.810 kendaraan yang masuk ke wilayah Yogyakarta.
Menurut Rizki, tren ini bukanlah hal baru. Dominasi sepeda motor di awal periode mudik merupakan pola yang berulang dari tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa kendaraan roda dua masih menjadi primadona untuk perjalanan mudik jarak menengah.
"Trennya masih sama seperti awal arus mudik tahun lalu," ujar Rizki.
Baca Juga: Antisipasi Nuthuk Harga dan Penimbunan Pangan, DPRD Kota Yogyakarta Minta Pemkot Perketat Pengawasan
Meski jalanan sudah mulai dipadati 'pasukan' roda dua, Dishub DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, puncak arus mudik yang sesungguhnya diprediksi baru akan terjadi pada 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan memadati jalanan Yogyakarta pada 23-24 Maret mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026