Wanita 53 tahun ini tak hanya berjualan masker, dirinya juga menyisihkan sebagian hartanya untuk membagikan makanan gratis tiap Jumat. Hal itu dia lakukan karena pernah menjadi orang serba kekurangan, termasuk seperti kondisi masyarakat yang dialami di tengah wabah ini.
“Saya pernah menjadi orang yang serba kekurangan. Bahkan pernah makan hanya dengan satu bungkus mi dibagi kepada tiga orang di dalam rumah. Maka saya tahu betul kondisi masyarakat saat ini dan perlu dibantu,” katanya.
Lina dan Sam merupakan sejumlah kecil orang yang terdampak Covid-19, merasakan keterpurukan dari usaha yang nyaris bangkrut. Namun bagi mereka, bertahan hidup tetap harus dilakukan, dan ada orang lain yang bergantung terhadap dirinya.
“Mungkin semuanya butuh proses. Namun yang penting, bagaimana manusia tetap bertahan dan berusaha dengan doa dan bantuan yang maha kuasa. Bagi saya tak ada yang sia-sia dengan usaha yang sudah dilakukan bahkan sampai merasakan kondisi jatuh miskin sekalipun. Tuhan masih memiliki rencana baik untuk masing-masing orang,” terang Lina.
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Afrika Selatan Kewalahan, Kurang Dokter dan Perawat
-
WHO: Dampak Pandemi Covid-19 Bisa Dirasakan Beberapa Dekade Mendatang
-
Menyusui Saat Pandemi Covid-19, Penting Jaga Kebersihan Payudara
-
Euforia Sepeda saat Pandemi, Bengkel Sepeda Menang Banyak
-
Kemensos Akan Sisipkan Masker dalam Paket Bantuan Sosial
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana