SuaraJogja.id - Tokoh kartun asal Malaysia Upin dan Ipin mengeluarkan lagu baru berjudul "Goyang Upin Ipin". Aransemen musiknya yang menggunakan kendang disebut warganet mirip lagu dangdut. Melihat video klip lagu tersebut, wrganet menilai, lagu itu tak sesuai karakter anak-anak.
Sempat trending di Twitter, video lagu "Goyang Upin-Ipin" diunggah oleh beragam akun milik warga Indonesia. Alunan musiknya yang terdengar seperti dangdut membuat warganet ingin bergoyang.
Sejak diunggah kanal YouTube Les' Copaque Production, Senin (3/8/2020), video berdurasi empat menit 41 detik tersebut sudah ditonton lebih dari 1 juta pengguna YouTube. Lebih dari lima ribu komentar ditinggalkan warganet.
Dalam kolom komentar sendiri, terlihat warganet asal Indonesia dan negeri jiran saling memuji lagu milik karakter kartun tersebut. Beberapa warganet menyampaikan bahwa irama yang dihasilkan sangat mirip dengan dangdut di Indonesia.
Tonton video lagu goyang upin dan ipin selengkapnya DI SINI.
"Haduhh kok Upin Ipin jadi bar-bar sih. Mirip dangdut indonesia ya," tulis akun Maulida Fitria.
Sementara akun Ali Maulana fikr berkomentar, "Alhamdulillah dengan goyang Upin Ipin netizen Indonesia dan Malaysia akrab dan damai tiada komentar panas dan melukai hati salam damai."
Selain komentar-komentar positif yang menyebut lagu itu sangat menghibur dan menyatukan netizen Indonesia dan Malaysia, ada juga komentar dari warga negara tetangga yang mempertanyakan promosi goyang kepada anak-anak.
Beberapa warganet menilai bahwa tidak semestinya anak-anak diajarkan untuk bergoyang seperti yang ditampilkan di video, terutama keberadaan karakter Meimei dan Susanti sebagai anak perempuan yang ikut bergoyang.
Baca Juga: Perempuan Indonesia Ini Dicari Polisi Diraja Malaysia
Komentar tidak mendukung tersebut memiliki latar belakang rasa khawatir terhadap perkembangan anak-anak, khususnya ketika anak perempuan melakukan gerakan yang menurut mereka mampu memicu nafsu dan dapat berakibat pada pelecehan seksual.
"Kenapa promosikan gelek pada kanak-kanak? sedangkan banyak lagi tarian di nusantara yang lebih sopan, kenapa ya? (Kenapa mempromosikan gelek kepada anak-anak, sementara masih ada tarian di nusantara yang lebih sopan, kenpa ya?-red)" tulis akun Achik Jerr.
"Sedihnya tengok upin ipin macam ni. For me, langsung tak proper untuk watak kartun kanak-kanak bergoyang bergelek menari macam tu. (Sedihnya melihat Upin dan Ipin seperti ini. Untuk saya, langsung tidak sesuai untuk watak kartun anak-anak bergoyang bergelek menari seperti itu-red)," komentar akun Siti Suriyani.
Timbul pro dan kontra antara warganet di Malaysia. Ada yang menilai lagu tersebut sebagai suatu hal yang lucu. Namun di sisi lain, ada juga yang menilai bahwa lagu tersebut tidak sesuai dengan karakter anak-anak.
Berita Terkait
-
Perempuan Indonesia Ini Dicari Polisi Diraja Malaysia
-
Diperbudak dan Disiksa 3 Majikan di Malaysia, Telinga TKI Hampir Putus
-
Mulai 2025, Malaysia Bakal Batasi Jatah Pengunaan Air di Masyarakat
-
Sukses Terapkan Lockdown, Malaysia Hanya Catat 2 Kasus Baru Covid-19
-
Cegah Pemborosan, Malaysia Kurangi Konsumsi Air Mulai 2025
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan