- Tim SAR Parangtritis siagakan lebih dari 100 personel untuk mengamankan tradisi padusan, Selasa, 17 Februari 2026.
- Peningkatan personel secara signifikan bertujuan mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan memadati pantai tersebut.
- SAR juga menyiapkan alat pendukung seperti jet ski dan perahu jukung untuk respons cepat jika terjadi insiden.
SuaraJogja.id - Tradisi "padusan" atau menyucikan diri menjelang bulan suci Ramadhan selalu menjadi magnet bagi ribuan warga untuk berbondong-bondong ke pantai, dan Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tak terkecuali.
Menyadari potensi lonjakan pengunjung yang signifikan, Tim SAR Pantai Parangtritis mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan kekuatan penuh, menggandakan jumlah personel hingga lebih dari 100 orang.
Kesiapsiagaan ini menjadi krusial untuk memastikan keselamatan wisatawan yang akan memadati pantai pada momen padusan yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sekretaris SAR Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, menegaskan bahwa padusan adalah momen yang menjadi perhatian utama pihaknya.
"Momen padusan menjadi salah satu perhatian kami dan sudah menjadi kebiasaan warga masyarakat pada momen padusan datang ke pantai berbondong bondong bermain air, dan untuk personel kita siapkan lebih dari 100 orang," kata Rodhiva di Bantul, Senin (16/2/2026).
Angka ini jauh melampaui jumlah personel pada hari biasa atau libur, yang rata-rata hanya berkisar 35 hingga 40 orang per hari.
Peningkatan drastis ini mencerminkan tingkat kewaspadaan SAR terhadap potensi risiko kecelakaan laut yang meningkat seiring dengan tingginya animo masyarakat.
Sekitar 100 personel SAR gabungan ini akan disebar di sepanjang Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, wilayah yang menjadi kewenangan pengawasan mereka. Tugas utama mereka adalah mengawasi setiap pergerakan pengunjung, terutama mereka yang bermain air.
Rodhiva menjelaskan bahwa tradisi padusan biasanya dilakukan sehari sebelum puasa, yang untuk Ramadhan 1447 Hijriah/2026 diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari.
Baca Juga: Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
Ini berarti, puncak keramaian akan terjadi pada hari tersebut, menuntut kesiapan maksimal dari tim SAR.
Kesiapan SAR Parangtritis semakin diperkuat dengan adanya anggota baru yang telah bergabung.
"Saat ini kita juga ada beberapa anggota baru di SAR Parangtritis, sehingga nantinya kita akan fokuskan ke pengawasan wisata pantai, khususnya pada libur padusan tahun ini," tambah Rodhiva.
Penambahan personel ini diharapkan dapat mengoptimalkan cakupan pengawasan dan respons cepat terhadap insiden yang mungkin terjadi.
Rodhiva menekankan bahwa peningkatan jumlah personel ini bukan tanpa alasan. Informasi yang diterima SAR menunjukkan akan ada lonjakan kunjungan yang sangat besar ke kawasan pantai.
"Karena kami mendapatkan informasi, nantinya akan banyak yang berkunjung ke kawasan pantai, sehingga kami akan berusaha lebih memfokuskan diri, artinya memang momen padusan sudah menjadi kearifan lokal, kalau main ke pantai pasti nyemplung," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Menguliti Paradoks Ekonomi Jogja: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Masih Membesar
-
BRI Group Raih Penghargaan Atas Kepemimpinan, ESG, Hingga Inklusi Keuangan