Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:11 WIB
Kebakaran di gedung Rama Billiard & Cafe, Mergangsan, Kota Yogyakarta mengalami kebakaran pada Jumat (3/7/2026) pagi. (Dok: istimewa).
Baca 10 detik
  • Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Yogyakarta, mengalami kebakaran pada Jumat pagi yang diduga akibat gangguan kelistrikan.
  • Api menghanguskan area panggung, resto, hingga lounge dan menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai lebih dari Rp20 miliar.
  • Operasional tempat hiburan dihentikan sementara waktu menyusul peristiwa kebakaran yang tidak menimbulkan korban jiwa tersebut.

SuaraJogja.id - Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta mengalami kebakaran pada Jumat (3/7/2026) pagi. Peristiwa ini muncul diduga akibat gangguan kelistrikan di lokasi.

Teknisi Kelistrikan Rama Biliiard & Cafe, Suwardi, menuturkan peristiwa kebakaran itu diketahui pertama kali oleh seorang karyawan yang melihat kobaran api di area panggung sisi timur bangunan.

"Semalam itu habis closingan live musik itu kelistrikan selalu dimatikan. Terus tadi pagi ada satu karyawan (OB) melihat ada sumber api di panggung," kata Suwardi, dikonfirmasi, Jumat siang.

Karyawan tersebut sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun api cepat merambat dan tidak dapat dihentikan. Si karyawan tersebut segera meminta bantuan kepada penjaga gedung.

"Tetapi sumber api sudah membesar, mereka minta tolong lari ke sana (dalam) mau selamatkan barang sudah gak mungkin," ungkapnya.

Suwardi menduga kebakaran di Rama Billiard dipicu adanya naik dan turunnya tegangan listrik akibat pemadaman bergilir yang cukup sering terjadi di wilayah Kota Yogyakarta beberapa waktu ini.

"Meski ada genset otomatis tapi ada jeda, itu merusak alat ektronik, inventer itu pernah jebol satu, mungkin dari lonjakan tegangan naik dan turun bisa jadi pemicu," ungkapnya.

Kendati demikian pihaknya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran di tempat hiburan tersebut.

Berdasarkan hasil pemetaan, area yang terbakar di antaranya panggung live musik, resto, lounge lantai dua dan beberapa tempat lainnya. Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai Rp20 miliar lebih.

Baca Juga: BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Sangat Tidak Disarankan, Ancaman Erupsi Masih Tinggi

"Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi didalamnya udah habis. Kemungkinan (kerugian) di atas Rp20 miliar lebih, dari sound sistem saja hampir Rp2,5 miliar sound aja loh, belum lain-lainnya," ujarnya.

"Dugaan awal karena listrik, kami gak tahu persisnya, kalau dari Inafis tadi mungkin dari jaringan listrik. Kami menunggu dari penyelidikan," tambahnya.

Menyusul peristiwa kebakaran ini, operasional Rama Billiard dihentikan sementara waktu. Para karyawan pun terpaksa diliburkan hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut dari manajemen.

Terpisah, Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan pihak kepolisian telah meminta keterangan saksi di antaranya laki-laki berinisial SA (23) pekerja bagian resto atau kitchen Rama Biliiard, serta satu saksi seorang office boy (OB) berinisial RD (27).

Dari keterangan kedua saksi itu, diketahui kronologi peristiwa pada Jumat pagi sekitar jam 08.00 WIb saksi SA masuk ruang kitchen untuk memulai bekerja.

"Namun ketika menghidupkan lampu di ruang kitchen atau dapur mendengar suara kretek-kretek dan setelah dicari sumber suara berasal dari bagian panggung yang terbakar," kata Dani.

Load More