- Kebakaran melanda sebuah kafe dan tempat biliar di kawasan Keparakan, Yogyakarta pada Jumat pagi, 3 Juli 2026.
- Sembilan regu pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk memadamkan api yang membesar dalam waktu satu jam.
- Petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.
SuaraJogja.id - Kobaran api yang dengan cepat melalap sebuah tempat biliar dan kafe di kawasan Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, memaksa petugas mengerahkan kekuatan besar untuk menjinakkan si jago merah.
Sedikitnya sembilan regu pemadam kebakaran dari empat instansi turun tangan karena api sudah telanjur membesar dan asap pekat menyelimuti bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta Taokhid mengatakan, proses pemadaman melibatkan personel dari Damkarmat Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Regu dari Damkarmat Yogyakarta kami menurunkan empat regu yang utama, kemudian ada tambahan satu regu dari personel cadangan," kata Taokhid di Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).
Secara keseluruhan, lima regu berasal dari Damkarmat Kota Yogyakarta, satu regu dari Kabupaten Sleman, dua regu dari Kabupaten Bantul, dan satu regu dari UGM.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.15 WIB. Tak lama setelah menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi. Namun saat tiba, kondisi api sudah menguasai sebagian bangunan sehingga proses pemadaman tidak berlangsung mudah.
"Kami dapat laporan pada awal itu sekitar jam 8.15 WIB dan kami segera meluncur ke TKP, dan ternyata memang api sudah membesar, dan asap juga cukup pekat sehingga kami ada kesulitan untuk menentukan titik-titik apinya," ujar Taokhid.
Tebalnya kepulan asap dan banyaknya material yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area lain.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menguasai api. Setelah itu, operasi dilanjutkan dengan penyisiran menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Baca Juga: Eks Lurah Condongcatur Ditahan Akibat Korupsi Tanah Kas Desa, Polisi Ungkap Modus Penyewaan Ilegal
"Sekitar satu jam tadi untuk pengendalian apinya. Dan ini masih proses juga untuk penyisiran agar kemudian dipastikan tidak ada bara api yang bisa berpotensi menimbulkan kebakaran," katanya.
Mengenai penyebab kebakaran, Taokhid menyebut dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Namun, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan pihak yang berwenang.
"Ini baru dugaan ya, berdasarkan informasi-informasi itu kemungkinan korsleting listrik. Tapi kami juga belum bisa pastikan, karena memang bukan kewenangan kami untuk memastikan penyebabnya," kata Taokhid.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru