- Tim SAR Parangtritis siagakan lebih dari 100 personel untuk mengamankan tradisi padusan, Selasa, 17 Februari 2026.
- Peningkatan personel secara signifikan bertujuan mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan memadati pantai tersebut.
- SAR juga menyiapkan alat pendukung seperti jet ski dan perahu jukung untuk respons cepat jika terjadi insiden.
Kesadaran akan kebiasaan masyarakat yang "pasti nyemplung" ke air saat padusan menjadi dasar kuat bagi SAR untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai bagian dari persiapan matang, apel pengamanan telah dilaksanakan pada Senin (16/2) malam. Apel ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel siap siaga melakukan pengawasan pada pagi harinya, Selasa (17/2), dan berlanjut dengan sistem piket shift berikutnya.
"Jadi, mulai besok pagi sudah ada personel yang siaga, kemudian dilanjutkan dengan shift berikutnya. Jadi tidak ada waktu kekosongan petugas tidak ada. Jadi di pergantian shift pun kita masih tetap ada yang jaga," tegas Rodhiva, menjamin tidak ada celah pengawasan.
Selain personel, SAR Parangtritis juga telah menyiapkan peralatan pendukung vital. Satu unit jet ski dan satu unit perahu jukung disiagakan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi yang membahayakan pengunjung pantai.
"Kami juga siapkan peralatan pendukung, seperti satu unit jet ski dan satu unit perahu jukung, untuk mengantisipasi apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan yang menimpa pengunjung pantai," katanya.
Pihak SAR Parangtritis berharap tidak ada kejadian kecelakaan laut yang menimpa wisatawan saat padusan. Namun, dengan kesiapsiagaan penuh ini, mereka memastikan akan selalu siap mengantisipasi dan merespons setiap kondisi yang membahayakan pengunjung, demi menjaga tradisi padusan tetap berjalan aman dan khidmat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK