SuaraJogja.id - Ahmad Mumtaz Rais, SE, MPA merupakan putra ketiga dari mantan ketua MPR RI dan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Lebih dikenal dengan nama Mumtaz Rais, pria kelahiran Yogyakarta, 17 September 1983 ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Ia menikahi Futri Zulya Safitri, putri dari Zulkifli Hasan, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Akad nikah dilaksanakan di rumah dinas Menteri Kehutanan di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta pada 2011. Mumtaz Rais memberikan mas kawin berupa 13 keping emas, yang memiliki berat masing-masing 40 gram.
Pernikahan Mumtaz Rais dan Futri Zulya Safitri dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga bertindak sebagai saksi dari mempelai pria, dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, yang bertindak sebagai saksi dari mempelai wanita.
Mumtaz Rais merupakan satu-satunya putra di keluarga besar Amien Rais yang mengikuti jejak ayahnya dalam berkarier di kancah politik Indonesia. Ia mengajukan diri sebagai calon legislatif dari PAN pada Pemilu 2009.
Mumtaz Rais termasuk dalam daftar calon legislatif untuk daerah pemilihan VIII yang meliputi Cilacap dan Banyumas. Ia menjadi calon legislatif termuda yang berasal dari PAN.
Dirinya pun ditempatkan di Komisi VI, yang menangangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Badan Standarisasi Nasional.
Sebelum Mumtaz Rais mencalonkan sebagai calon legislatif, Ahmad Hanafi Rais, yang merupakan anak pertama Amien Rais, hendak maju sebagai calon legislatif dari PAN, tetapi akhirnya memilih untuk meneruskan pendidikan doktoralnya.
Di akhir 2019, nama Mumtaz Rais mulai ramai diperbincangkan, khususnya di Kabupaten Sleman lantaran ia mencalonkan diri sebagai bupati dalam Pilkada Sleman 2020. Baliho yang menampilkan fotonya pun sudha terpampang di salah satu jalan utama di DIY, simpang empat Jalan Kaliurang, Sleman.
Baca Juga: Ditegur Main HP, Anak Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK di Pesawat
"Slemanial 2020. Milenial untuk Sleman. Mumtaz Rais Wiryosudarmo, MPA. #PutraAsliSleman," bunyi tulisan di baliho itu.
Namun, pencalonannya itu akhirnya batal meski Pilkada Sleman belum berlangsung. Ia memilih mundur karena alasan mendapat mandat sebagai Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN.
Baru-baru ini Mumtaz Rais tersandung kasus percekcokan dengan Wakil Ketua KPK Pamolangi Nawawi saat berada dalam pesawat Garuda Indonesia dengan rute Gorontalo, Makassar – Jakarta. Peristiwa tesebut terjadi karena saat itu Mumtaz Rais sedang berbicara di telepon dengan suara keras.
Ia sempat ditegur petugas kabin, tetapi tidak mengindahkan. Saat itu Pamolangi Nawawi mengingatkannya untuk mematuhi aturan dan tidak memarahi petugas. Peringatan dari Pamolangi Nawawi pun dibalas Mumtaz Rais dengan reaksi marah dan menantang.
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, bekerja sama dengan keamanan bandara dan kepolisian, lantas akan menghadirkan petugas kabin dalam penerbangan tersebut untuk dimintai keterangan sebagai sasksi bilamana kasus tersebut dilanjutkan ke ranah hukum.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
-
Ditegur Main HP, Anak Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK di Pesawat
-
ST Burhanuddin Cabut Surat Pedoman Pemriksaan Jaksa, KPK: Itu Hal yang Baik
-
KPK Pantau Kemungkinan Ada Korupsi di Program Organisasi Penggerak Nadiem
-
Dituduh Sengaja Kritik Jokowi Agar Anak Jadi Menteri, Amien Rais: Gundulmu!
-
Tingkat Kepercayaan Publik di bawah TNI-Polri, Begini Respons Pimpinan KPK
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja