SuaraJogja.id - Om Wawes, salah satu band beraliran musik dangdut asal Yogyakarta merilis album terbaru berjudul "Restu" sekaligus peluncuran buku pertama mereka.
Band yang digawangi oleh Dhyen Gaseng (Vokal), Louis David (Kendang), Tony Kurniawan (Drum), dan Bayu Garnindra (Gitar) memberanikan diri meluncurkan album di tengah pandemi Covid-19 pada Rabu, 19 Agustus 2020.
"Bagi kami punya album adalah kewajiban bagi sebuah band. Di musik dangdut dari dulu pendengar sudah dimanjakan oleh single-single yang dirilis secara cuma-cuma di YouTube," ujar vokalis bernama lengkap Dhyen Ganjar Prabowo saat launching album di salah satu cafe di Yogyakarta.
Album berjudul Restu ini merupakan album perdana yang merupakan impian dari grup band asal Yogyakarta tersebut. Mereka juga sekaligus ingin menstimulus band dangdut lain.
"Ini waktunya kami mengedukasi pendengar dangdut agar bisa menikmati karya eksklusif dan mengapreasi sebuah karya dengan membeli album fisik" ujar Gaseng, panggilan akrabnya.
Proses penggarapan album perdana Om Wawes ini memakan waktu yang panjang, mulai dari rekaman pada tahun 2019 hingga rilis di bulan Agustus 2020.
Pengerjaan album ini sempat terhenti karena padatnya jadwal manggung Om Wawes, terlebih di awal tahun 2020 pandemi Covid-19 ikut menjadi kendala pengerjaan album tersebut.
Di album "Restu" ini Om Wawes tidak sendiri, namun juga menggandeng musisi lain seperti Pendhosa dan PamPam. Selain itu juga ada instrumen musik yang tidak lazim di dangdut seperti trombone, bass, hingga trumpet.
"Jadi memang di album ini banyak orang yang berperan, Om Wawes ingin membuat warna musik dangdut yang berbeda, tidak seperti musik dangdut lainnya, jadi kami ingin membuat genre dangdut Om Wawes," ujar Gaseng sebagai vokalis.
Baca Juga: Bersejarah, Destinasi Wisata di Yogyakarta Ini Dulu Pemandian
"Kami memilih Pendhoza karena menurut kami mereka teman seperjuangan, sering bertemu saat manggung di kampung-kampung,"
Album "Restu" Om Wawes ini akan dikemas secara ekonomis mengingat kondisi ekonomi yang sedang terguncang akibat pandemi virus corona. Dalam satu paket akan berisi satu buah kaos, kaset, dan buku yang dikemas dengan totebag.
Band dangdut yang membuat lagu dalam bahasa Jawa ini bukan hanya merilis album, namun juga membuat sebuah buku yang berisi perjalanan karier Om Wawes dan fenomena dangdut yang ada di jogja.
Buku bertajuk "Babat Alas Dangdung Anyar" ini merupakan inisiatif dari band dangdut tersebut untuk mencatatkan proses perjuangan dari awal berkarir di tahun 2012 hingga sekarang.
"Saya cerita ke penulis kalau saya tidak hanya ingin membuat buku biografi, namun juga perkembangan musik dangdut. Saya ingin menulis perkembangan musik dangdut yang saya alami mulai dari awal membentuk Om Wawes dan perkembangan dangdut di Yogyakarta," ujar Gaseng.
Di bagian awal buku ini juga menjelaskan perkembangan musik dangdut di tahun 1970 hingga 2000an. Baru setelah itu dijabarkan perkembangan Om Wawes dari mulai berkarir solo, electone, hingga menjadi band.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT