“Karena stigmanya anggur itu tidak bisa tumbuh di Indonesia. Mereka kira anggur hanya bisa tumbuh di udara dingin. Padahal anggur itu kalau di negara empat musim, selalu tumbuh dan berbuah di musim panas. Seharusnya kita juga bisa, kenapa tidak dicoba?” kata Rio.
Saat dipotong beberapa batangnya dan diberi pupuk, anggur Rio pun mulai tumbuh banyak. Setelah salah satu media massa meliputnya, kebun anggurnya langsung populer.
Tamu dari berbagai penjuru kota pun berdatangan dalam jumlah yang bombastis. Saking padatnya pengunjung per harinya, Rio memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru honorer di SMK Kesehatan untuk fokus mengurus kebun anggurnya.
“Awalnya saya sampai menangis. Capek banget tamu terus berdatangan dan saya sampai tidak sempat makan, mandi dan sholat. Semakin ramai, buah saya banyak sekali yang menjarah [mencuri]. Belum lagi dengar hujatan sana sini dari berbagai pihak yang merasa berkepentingan,” kata Rio.
Sampai suatu hari dia didatangi pihak Dinas Pertanian Bantul. Batinnya sudah tak tenang karena takut anggurnya dianggap tak bersertifikasi dan akan dicabut izin operasinya.
Ternyata mereka mengajaknya bekerja sama dan memberinya banyak bantuan. Rio pun ingin manfaat ini dirasakan oleh warga sekelilingnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan