SuaraJogja.id - Pesohor Shandy Aulia angkat bicara terkait sang ayah, Kemas Yusuf Effendy, yang menolak untuk menghadiri pernikahannya dengan David Herbowo pada 2011 silam. Shandy pun meluruskan in absentia sang ayah.
"Sebenarnya (ayah) bukannya tidak mau mendampingi. Dari sebelum aku menikah, aku tahu papa tidak mungkin mendampingi karena akidah," ujar Shandy Aulia seperti dikutip dari kanal Youtube miliknya, Selasa (15/9/2020).
Effendy pun mengaku enggan mendampingi Shandy Aulia dalam ritual agama. Sebab, Effendy yang menganut Islam. merasa enggan untuk ikut campur dalam hal tersebut. Tapi berbeda halnya dengan resepsi.
"Jadi iman yang papa percaya tidak membenarkan untuk menghadiri pernikahan di gereja. Jadi tidak ada masalah, hanya masalah keyakinan. Tapi papa hadir di resepsi," tutur Shandy Aulia.
Shandy Aulia dan sang ayah, Kemas Yusuf Effendy, diketahui menjalani keyakinan yang berbeda. Shandy Aulia memeluk agama Kristen. Sementara, Effendy menganut agama Islam.
Melalui video di kanal situs berbagi Youtube Shandy Aulia, bintang Eiffel I'm In Love dan ayahnya saling berbagi rasa. Mereka membahas tentang dua agama yang dijalani dalam keluarganya.
Mulanya, Shandy Aulia menanyakan perasaan ayah saat dia memutuskan memeluk agama Kristen. Effendy mengaku saat itu belum terlalu paham soal Islam. Alhasil, dia tidak menanggapi apapun saat itu.
“Waktu itu belum mengenal agama ya papa enggak jawab apa-apa, cuman ya saat ini papa baru mengenal agama yang sebenarnya, itu menjadi tanggung jawab papa di akhirat. Dan papa banyak bertanya-tanya dengan pak ustaz itu menjadi tanggung jawab papa terhadap kamu,” kata ayah Shandy Aulia, Kemas Yusuf Effendy seperti dikutip Hops.id--jaringan Suara.com, Selasa (15/9/2020).
Namun saat ini, Effendy mengaku sudah mendalami ajaran agama yang dianutnya. Ayah Shandy menyebut bahwa semua pilihan anak-anaknya menjadi tanggung jawab dia di akhirat.
Baca Juga: Ayah Shandy Aulia: Papa Berat Masuk Surga
“Karena katanya seorang laki-laki, bapak jadi tanggung jawab di akhirat sebagai kepala rumah tangga, apapun perbuatan anak-anak itu. Kecuali waktu dia masuk agama lain setelah dewasa itu orang tua lepas tanggung jawab, tapi kalau masih kecil itu masih tanggung jawab orang tua,” ucap Effendy.
Setelah paham tentang agama, ayah Shandy Aulia berusaha untuk tetap mendoakan putrinya.
“Menurut beberapa hadist maupun firman Allah mengatakan papa berat untuk masuk surga, harus menasehati anak papa untuk masuk ke agama Islam. Kalau dia memang tidak mau, ya kita sudah berusaha,” ujar Effendy.
Tapi hingga saat ini, ayah Shandy berusaha untuk bersikap toleransi terhadap umat beragama, termasuk menghargai pilihan Shandy Aulia.
“Di Islam mengajarkan kita sesama manusia harus saling berbaik, membantu, menghormati dan tidak boleh mengganggu. Pun dengan orang yang non muslim berdamai, bersatu, Islam tidak membedakan,” pungkas Kemas Yusuf Effendy, ayah Shandy Aulia.
Diketahui, ayah Shandy menganut agama Islam, sementara sang ibu merupakan seorang Nasrani. Sejak kecil, ibu satu anak tersebut menjalani kehidupan dua agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Gamis Bini Orang dan Sultan Laris Manis Jelang Lebaran, Penjualan di Jogja Naik hingga 70 Persen
-
Ahli Tegaskan Tanggung Jawab Dana Hibah Pariwisata Ada pada Tim Pelaksana, Bukan Sri Purnomo
-
Minimalisir Kasus Keracunan MBG, DIY Kembangkan Sistem Teknologi Simetris Berbasis AI dan IoT
-
Waspada Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran, Sleman Perpanjang Siaga Darurat hingga 31 Mei 2026
-
Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama