- DPRD Dorong Pemkot Yogya Siapkan KUR Daerah
- Tekanan Ekonomi Mulai Terasa di Tingkat Bawah
- KUR Daerah Dinilai Jadi Instrumen Ketahanan Ekonomi
SuaraJogja.id - DPRD Kota Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta segera menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah. Hal itu penting untuk memperkuat perlindungan ekonomi masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang mulai dirasakan kelompok rentan.
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Munazar, mengatakan pemerintah tidak boleh menunggu hingga dampak perlambatan ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan tekanan ekonomi mulai terasa hingga tingkat bawah
"Inflasi Kota Yogyakarta pada Maret 2026 mencapai 4,19 persen, tertinggi di DIY. Kenaikan harga terjadi pada sektor perumahan, listrik, konsumsi, pendidikan, serta berbagai kebutuhan sehari-hari yang langsung memengaruhi kehidupan warga," kata Munazar, Senin (8/6/2026).
Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18 ribu per dolar AS harus menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut berpotensi semakin meningkatkan harga barang dan biaya operasional yang pada akhirnya membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.
Munazar menuturkan bahwa Pemkot Yogyakarta harus bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi ekonomi yang nyata. Terlebih, kelompok seperti UMKM, pedagang kaki lima, dan usaha rumah tangga merupakan pihak yang paling rentan ketika daya beli melemah dan biaya hidup meningkat.
Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, kata dia, adalah pemberian KUR Daerah melalui skema pembiayaan berbunga rendah atau bahkan hingga nol persen bagi kelompok sasaran tertentu.
"KUR Daerah jangan hanya dipandang sebagai program kredit. Dalam situasi seperti sekarang, KUR dapat menjadi instrumen untuk menjaga daya tahan ekonomi warga agar usaha mikro tetap bertahan dan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya festival, pameran, atau agenda seremonial ekonomi kreatif.
"Pemkot perlu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan," ucapnya.
Baca Juga: Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
Namun hal yang lebih penting saat ini adalah memastikan masyarakat memiliki kemampuan bertahan menghadapi gejolak ekonomi.
"KUR Daerah bisa menjadi salah satu solusi agar masyarakat tetap produktif dan mampu menghadapi tekanan ekonomi yg kian kompleks," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja
-
SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'
-
Video Pengejaran Maling LPG 3 Kg di Bantul Viral, Pelaku Lolos Meski Sempat Terjatuh
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya