SuaraJogja.id - Musim kemarau sudah melewati puncaknya di DIY, tetapi cuaca panas masih sering terasa di siang hari.
Minuman segar pun sering dicari-cari untuk menjadi pelepas dahaga dan pengusir rasa gerah.
Di Jogja, banyak kedai yang menjual minuman segar, terutama untuk mereka yang istirahat dari jam kerja di siang hari.
Dari beragam jenis yang dikenal warga Jogja, ada lima minuman segar yang paling menjadi buruan.
Berikut SuaraJogja.id merekomendasikan lima minuman segar paling ngetren di Jogja, yang kedainya menjamur di berbagai sudut kota:
1. Es tape
Banyak orang mengenal wedang tape, minuman yang disajikan hangat dan manis dengan isian fermentasi singkong alias tape.
Hampir sama, begitu pula penyajian es tape. Hanya saja, es tape dilengkapi dengan es serut yang membuatnya dingin dan segar.
Selain itu, tape pada es tape dilembutkan, dan biasanya es tape ditambah dengan kerokan daging kelapa muda.
Baca Juga: Hari Ini Panas? Kapan Musim Hujan 2020 Dimulai? Simak Penjelasan BMKG
2. Es jaipong
Es jaipong merupakan salah satu varian es campur menyegarkan yang paling legendaris di Jogja.
Minuman khas orang Sunda ini disajikan, selain dengan es serut, juga dengan kuah santan dan gula Jawa.
Di dalamnya terdapat berbagai macam isian, antara lain bubur sumsum, cendol, mutiara, kolang-kaling, hingga agar-agar.
3. Rujak es krim
Untuk yang satu ini, pasti sudah banyak orang yang tahu, apalagi biasanya kedai rujak es krim dipenuhi para ABG.
Sama seperti namanya, rujak es krim merupakan campuran antara rujak buah dan es krim.
Rasa asam manis dari nanas, mangga, belimbing, pepaya, hingga bengkoang makin terasa segar dengan perpaduan kuah pedas bumbu rujak dan dinginnya es krim di atasnya.
4. Es durian
Tak jauh berbeda dari rujak es krim, es durian juga merupakan minuman yang disajikan sama seperti namanya.
Di dalam minuman yang satu ini, tak hanya ada es serut dan durian cair, melainkan ada pula tambahan potongan durian asli.
Tak hanya menyegarkan, es durian pun juga mengenyangkan. Kerongkongan segar, perut pun tak lagi lapar.
5. Es dawet
Pasti sudah tak asing lagi nama es dawet bagi banyak orang, apalagi sejak almarhum Didi Kempot makin melambungkan namanya lewat jargon "cendol dawet".
Es dawet merupakan es campur yang memiliki isian dawet, yang berbahan dasar tepung beras atau tepung beras ketan. Beda dari dawet, cendol biasanya terbuat dari tepung hukwe. Namun, ekduanya sama-sama nikmat.
Kuah es dawet, yang terdiri dari santan dan gula merah, menjadikan minuman yang satu ini makin cocok untuk menyiram kerongkongan yang kering karena teriknay sinar matahari siang.
Berita Terkait
-
Hari Ini Panas? Kapan Musim Hujan 2020 Dimulai? Simak Penjelasan BMKG
-
Paling Hits di Jogja, Cicipi Gelato di 5 Kedai Ini
-
Enak dan Wajib Dicoba, 5 Rekomendasi Mi Ayam di Jogja
-
Teduh dan Sejuk, Nyamannya Makan Dikelilingi Kebun di Legit Resto Jogja
-
5 Restoran Cepat Saji Lokal di Yogyakarta yang Wajib Kamu Coba!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris