SuaraJogja.id - Jelang sehari dibukanya masa kampanye Pilkada Bantul 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menegaskan kepada semua pasangan calon untuk tetap melaksanakan kampanye damai dan selalu mentaati peraturan yang ada. Hal itu sebagai tindak lanjut atas pakta integritas yang telah ditanda-tangani semua pihak pada Kamis (25/9/2020) kemarin.
"Masa kampanye akan dimulai secara resmi besok tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020. Dalam hal ini KPU Bantul juga telah menyepakati dan menyampaikan kepada kedua paslon untuk meniadakan kampanye terbuka," ujar Ketua KPU Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho kepada awak media, Jumat (25/9/2020).
Lebih lanjut Didik menjelaskan ketentuan-ketentuan dalam masa kampanye sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru nomor 13 tahun 2020. Di situ sudah tertera terkait dengan metode kampanye menggunakan pertemuan terbatas.
Setiap paslon perlu menyesuaikan peraturan tersebut semisal baik tatap muka ataupun dialog harus diutamakan menggunakan media sosial atau media daring. Namun jika memang media daring dirasa masih kurang memungkinkan dan terpaksa harus dilakukan dengan pertemuan langsung maka yang ada hal-hal yang harus diperhatikan.
Didik menyebutkan beberapa di antaranya yakni diwajibkan untuk dilaksanakan dalam ruangan atau gedung. Dari sisi jumlah peserta yang hadir secara keseluruhan pun harus dibatasi maksimal 50 orang saja.
Selain itu protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga harus tetap dipenuhi dengan mengatur jarak antar satu peserta dengan yang lain minimal satu meter. Kemudian juga peserta wajib menggunakan alat pelindung diri yakni masker dan harus juga menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun atau hand sanitizer.
"Perlu diingat kepada kedua paslon bahwa dalam kampanye kali ini, tidak ada rapat umum atau kampanye terbuka. Nanti kita juga akan coba bagi zonasi kampanye untuk masing-masing paslon," ucapnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh KPU Bantul dalam membentuk dan menerapkan peraturan kampanye di masa pandemi Covid-19 saat ini. Menurutnya kebijakan tersebut dapag mendukung pengendalian kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul sehingga meminimalisir terjadinya lonjakan kasus akibat Pilkada.
"Kita juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat memahami bahwa sekalipun besok sudah masuk masa kampanye, kalau memang ingin mendapatkan informasi-informasi ya lakukanlah melalui media yang lain termasuk online yang tidak harus dilakukan secara berkerumun," kata Helmi.
Baca Juga: Kuota Bantuan Hampir Penuh, 50 Ribu UMKM Bantul Masih Tunggu Verifikasi
Perlu diketahui bahwa sebelumnya pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul yang maju dalam Pilkada Bantul tahun ini sudah diselenggarakan dengan lancar. Hasilnya paslon Abdul Halim Muslih dan Joko B. Purnomo mendapat nomor urut satu sedangkan Suharsono dan Totok Sudarto mendapat nomor urut dua.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank