SuaraJogja.id - Beredar video seorang anak pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil meraih mimpinya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. Videonya yang menunjukkan kerja keras sang ayah ikut membuat warganet terharu.
Akun TikTok @dzikru.rahman membagikan video mengenai perjuangan ayahnya dan dirinya yang ingin meraih mimpi. Dalam tayangan berdurasi 58 detik tersebut, pemuda ini mengawali videonya dengan mengenalkan sang ayah.
Dengan sembunyi-sembunyi ia menunjukkan ayahnya yang sedang mengenakan sepatu bersiap untuk berangkat kerja. Terlihat dari jaket yang dipakai serta helm yang digunakan juga, ayahnya merupakan seorang pengemudi ojek online.
Merekam ayahnya yang mengambil orderan dari tetangga, Rahman ingin memperlihatkan semangat kerja ayahnya untuk keluarga. Ia mengaku bangga dengan sosok ayahnya. Sambil memberikan sebuah botol minum, ia menyampaikan agar ayahnya berhati-hati saat bekerja.
Memiliki hobi untuk membongkar mesin, Rahman sering membantu untuk menservis motor ayahnya. Suatu ketika, ayahnya itu memberikan kabar bahwa kantor tempat ayahnya bekerja memiliki program beasiswa, sehingga ia ingin mendaftarkan anaknya.
Saat program yang diceritakan keluar, ayahnya lantas mendaftarkan Rahman untuk mendapatkan beasiswa itu. Selanjutnya, Rahman mengikuti wawancara dengan pihak kantor ayahnya. Ia juga menceritakan sudah lolos mengikuti seleksi Politeknik.
Video selanjutnya menunjukkan Rahman sedang mempersiapkan dokumen untuk melengkapi pendaftaran Politeknik. Pada momen pengumuman, Rahman ditemani sang ayah melihat hasilnya. Ketika dinyatakan lulus, ia dan sang ayah berteriak kegirangan.
Ayah dan ibunya juga terlihat langsung berpelukan. Sang anak berhasil diterima di jurusan D3 Teknik Mesin. Ia berterima kasih kepada pihak kantor ayahnya, juga kepada orang tuanya. Rahman berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ia dapat untuk berkuliah.
"Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia bisa mengenyam pendidikan tinggi. Terharu," tulis akun @YoGojekYo.
Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kapanewonan Playen Gunungkidul
Video TikTok tersebut ikut dibagikan ulang oleh akun Twitter @YoGojekYo, Rabu (30/9/2020). Sejak diunggah, video itu sudah ditayangkan lebih dari 500 ribu kali. Ada 60 ribu lebih yang menekan tanda suka dan 29 ribu membagikan ulang. Hampir 3.000 warga Twitter memberikan komentar.
Lihat video mengharukannya DI SINI.
"Aku lebih terharu dirimu masuk teknik mesin kok gak teknik yang lain," tulis akun @08_kromengan.
"Rasa hangat video ini sampai ke dada," komentar akun @dsuperboy.
"Barisan tidak kuat menonton konten seperti ini," tanggapan akun @bangkitt_8.
Sementara akun @AndyySusant menyampaikan, "Makin rajin kuliahnya ya mas. Jangan ditunda-tunda kalau sudah semester tua. Ingatlah setiap kilometer yang bapak kamu tempuh itu adalah usaha untuk kesuksesanmu."
Berita Terkait
-
Diplomat Muda Indonesia Bikin Gemes Veronica Koman Saat Bahas Papua
-
Kasus Inses, Gadis ABG Dirudapaksa Ayah Sejak Tinggal Bareng Ibu Tiri
-
Dalih Berhalusinasi, Ayah Pelaku Inses Ancam Cekik Anak Jika Tak Dilayani
-
Gegara Tolak Lamaran, Ayah Nekat Habisi Nyawa Anak Kandung
-
Kondisi Sadar, Adi Nekat Gorok Ibu dan Bapaknya saat Tidur Gegara Emosi
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas