SuaraJogja.id - Perebutan kursi kekuasaan bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Sleman 2020 memasuki tahap kampanye. Sejak 26 September lalu masing-masing pasangan calon (paslon) telah melakukan upaya untuk menarik suara massa.
Kendati demikian, banyak ditemukan sejumlah alat peraga kampanye (APK) yang dipasang tak sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari dipasang di pohon hingga tiang listrik di ruas jalanan Sleman.
Hal itu jelas menyebabkan sampah visual dan mengotori lingkungan tempat masyarakat tinggal.
Dari pantauan SuaraJogja.id, di Jalan Kebon Agung, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, terdapat APK Paslon nomor urut 1 yang dipasang ke batang pohon menggunakan kawat.
Tak hanya itu, di Jalan Magelang KM 5,6 di dekat toko sepatu jalan setempat juga terdapat APK Paslon nomor urut 1 yang terpasang di tiang listrik. Hingga di jalan Selokan Mataram, beberapa tiang listrik menjadi tempat pemasangan APK yang menyalahi aturan.
Seorang warga Sumberadi, Prihatin (48), menuturkan bahwa Jalan Kebon Agung di dekat Lapangan Warak kerap dijadikan tempat pemasangan rontek dan spanduk iklan. Tak hanya itu, saat masa kampanye, pilkada juga kerap diwarnai APK yang dipasang di sekitar pohon lapangan setempat.
"Biasanya banyak dipasang di sekitar pohon. Ada yang menggunakan bambu sendiri, ada juga yang sengaja ditali menggunakan kawat di pohon," jelasnya.
Dirinya mengaku bahwa makin banyak spanduk hingga baliho mini, termasuk APK, yang dipasang tidak pada tempatnya akan mengotori lingkungan, apalagi sengaja dipaku di batang pohon.
"Dulu pernah ditertibkan Satpol PP. Spanduk iklan yang ada di pohon dicabut semuanya, tapi masa kampanye ini ada lagi yang menempel sembarangan di pohon-pohon dan belum ada penertiban lagi," kata Prihatin, yang juga ibu rumah tangga.
Baca Juga: Ratusan Spanduk Sosialisasi Pilkada di Samarinda Belum Dilepas
Ia menjelaskan, pemasangan APK dilakukan pada sore hari menjelang malam. Mereka memasang menggunakan truk untuk mengangkut puluhan spanduk dan rontek.
"Biasanya dipasang sore hari, pohon di sini biasanya jadi tempat untuk menaruh iklan, alat peraga kampanye itu dan baliho lainnya. Seharusnya jika ingin dipasang jangan sampai merusak pohon," ujar dia.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar menjelaskan, pihaknya telah mendata APK yang ada di jalanan, baik yang terpasang sembarangan dan sudah pada tempatnya.
"Pada prinsipnya semua panwaslu kecamatan sedang mendata APK di lapangan, termasuk di pohon, tiang listrik, tiang telepon. Saat ini sedang di data namun dalam waktu dekat akan kami buatkan rekomendasi ke PPK untuk segera menindaklanjuti," ujar Arjuna.
Sesuai dengan PKPU nomor 4 tahun 2017 yang diperbarui PKPU tahun nomor 11 tahun 2020 tentang kampanye, paslon dilarang memasang APK yang mengganggu estetika kota.
"Di PKPU diatur tidak boleh mengganggu estetika kota, begitu juga yang ada di Perbup Sleman tentang kampanye. Pada pemasangan APK lebih detailnya lagi tim atau paslon tidak memasang di pohon atau tiang listrik. Jadi kami mengawasi dan mengacu pada regulasi itu," tambahnya.
Berita Terkait
-
Ratusan Spanduk Sosialisasi Pilkada di Samarinda Belum Dilepas
-
Dana Awal Kampanye Pilkada Medan: Bobby Rp 50 Juta - Akhyar Rp 1,1 Juta
-
Buat Cakada, Jangan Ada Lagi Kampanye Pakai Kumpulkan Massa, Please
-
Foto Risma Boleh Dipakai Buat Alat Kampanye Asal Tak Sebut Wali Kota
-
Mantu Jokowi Serap Aspirasi Pedagang: Jangan Janji-janji Pas Kampanye Saja
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis
-
Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara
-
Dapat Sepeda dari BRI Peduli, Mahesa Semangat ke Sekolah: Tak Lagi Mesti Jalan Kaki Saat Banjir Rob
-
Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung
-
Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian