SuaraJogja.id - Aksi penolakan RUU Cipta Kerja Omnibus Law tak hanya digelar di Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta. Aksi lainnya dilakukan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) di Simpang Tiga Gejayan, Depok, Sleman, Senin (5/10/2020) petang.
Dalam aksi tersebut sempat terjadi gesekan antara massa dan oknum warga.
Massa juga membakar ban sebagai aksi protes agar RUU dicabut.
Sejak pukul 18.00 wib, kepolisian sudah menutup akses lalu lintas Jalan Affandi dari utara maupun selatan.
Massa mulai membakar ban pukul 18.15 wib.
Kepolisian juga sudah memberi peringatan kepada massa untuk membubarkan diri.
Sebab waktu unjuk rasa sudah melebihi batas yang telah ditentukan.
Aksi yang menutup jalan lebih kurang 1,5 jam itu sempat diprotes oknum warga.
Terjadi gesekan dengan adu mulut antara massa dan warga.
Baca Juga: 70 Lebih ASN Dishub DIY Ikuti Tes Swab Usai 8 Pegawainya Positif Covid-19
Untuk meredam gesekan yang lebih besar, kepolisian meminta massa kembali ke titik awal pemberangkatan.
Perwakilan ARB, Lusi menerangkan, aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kekecewaan masyarakat RUU Cipta Kerja yang terus dilanjutkan pembahasannya.
"Ini merupakan bentuk protes kami lantaran pemerintah dan DPR kembali melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Bahkan informasi terbaru sudah menjadi undang-undang," ujar Lusi di tengah aksi protes tersebut.
Ia melanjutkan aksi penolakan tak berhenti pada hari ini saja.
Selanjutnya aksi serupa akan digelar kembali pada 8 Oktober 2020 mendatang.
"Yang jelas aksi ini tak berhenti di sini, selanjutnya pada tanggal 8 Oktober kami lakukan kembali aksi serupa," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah