SuaraJogja.id - Genderang penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan terus menggema. Tak sedikit yang merasa kecewa atas pengesahan tersebut seperti di antaranya disuarakan oleh Ananda Badudu.
Mantan vokalis band Banda Neira ini menyebut bahwa produk UU Cipta Kerja bukan sekonyong-konyong ada di tangan DPR.
Menurutnya sebelum sepenuhnya menyalahkan para anggota DPR RI yang mengesahkan produk undang undang tersebut alangkah baiknya lihat lebih jauh dari kemunculan UU tersebut.
Ia menyebut bahwa UU tersebut merupakan usulan eksekutif alias pemerintah.
"Sebelum goblok-goblokin DPR gara2 OmnibusLaw, inget juga kalo UU itu adalah usilan eksekutif alias pemerintah," tulisnya.
Lebih lanjut ia juga menyebut bahwa Jokowi dalam hal ini sebagai pemangku pemerintahan tidak pernah ada di pihak rakyat.
"Butuh berapa UU kacrut lagi biar kamu sadar kalau Jokowi tidak pernah ada di pihak kita," lanjut kicauannya.
Kicauan cucu dari tokoh Bahasa Indonesia Jus Badudu itu pun mendapat tanggapan dari sejumlah pengikut dan warganet lainnya.
"Kapan presiden kita bisa menunjukkan sisi positifnya?" kata nakaluarbiasa.
Baca Juga: 70 Lebih ASN Dishub DIY Ikuti Tes Swab Usai 8 Pegawainya Positif Covid-19
"Pemerintahnya sudah bobrok dari dulu, selalu bertameng pada kata "merakyat" sekarang di masa pandemi seperti ini gak becus ngurusi masalahnya sekarang malah makin menjadi dengan mengesahkan UU CILAKA semakin bobrok sajah," kritik Arr.
"Yah bapak Jokowi mentang-mentang udah periode kedua, waktu periode pertama masih baik-baik karna supaya kepilih di periode kedua eh kepilih kok gini?." kata Joohoney.
"terus terang di jaman sekarang saya pesimis bisa dapet pemimpin yang idela. Kursi pemimpin bakal terus diisi orang-orang munafik yang mentingin perut dan isi kantongnya beserta circlenya doang. Tapi ya tetep berharap aja," kata Zacky.
"I stand with you bang," tulis Bang Jago.
Selain Ananda, ekspresi kekecewaan atas disahkannya UU Cipta Kerja juga muncul dari sejumlah tokoh dan elemen masyarakat. Di antaranya termasuk intelektual Nahdlatul Ulama, Ulil Abshar Abdalla yang menilai bahwa pemerintah serta DPR RI tuli aspirasi rakyat.
Sebelumnya, di tengah tekanan masyarakat, DPR dan pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan pada Senin (5/10/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026